Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bertahan di zona penguatan saat akhir perdagangan sesi I hari Kamis (14/8). IHSG menguat 73 poin (+0,93%) ke posisi 7.965.
Aktivitas trading mencatat volume sebanyak 233,87 juta lot saham di akhir sesi I. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp10,14 triliun.
Saham top gainers: , , , , LFE, , . Saham teraktif: , , , , , , .
Sektor teknologi tetap menjadi primadona. Sektor tersebut naik terkuat sebesar 3,78%. Sementara itu sektor industri menjadi yang terlemah, turun 0,3%.
Bursa Asia
Reli saham Asia pada perdagangan hari Kamis (14/8) rehat sejenak. Para trader kembali berspekulasi bahwa the Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga bulan depan.
Dolar jatuh ke level terendah dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga AS. Komentar dari Menteri Keuangan AS juga membantu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa pemotongan suku bunga setengah poin yang agresif mungkin terjadi pada bulan September. Setelah data pasar tenaga kerja yang direvisi dari minggu lalu menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja telah melambat tajam pada bulan Mei, Juni, dan Juli.
Goldman Sachs mengatakan pada hari Rabu dalam sebuah catatan riset bahwa pihaknya memperkirakan Federal Reserve AS akan memberikan tiga pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini dan dua lagi pada tahun 2026.
Para trader memperkirakan adanya kepastian pemotongan suku bunga pada bulan September dengan peluang pemotongan sebesar 50 bps meningkat menjadi 7%, naik dari 0% seminggu sebelumnya.
Meskipun laporan inflasi AS yang lemah minggu ini memperkuat argumen untuk pemotongan suku bunga, beberapa analis telah memperingatkan agar pasar tidak berpuas diri. Bahwa data yang akan datang dapat mengubah ekspektasi.
"Kami tidak seyakin pasar keuangan tentang pemotongan suku bunga FOMC sebesar 25 bps pada bulan September, apalagi pemotongan suku bunga sebesar 50 bps," kata Carol Kong, ekonom dan ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.
"Akan ada laporan CPI dan penggajian lain menjelang pertemuan bulan September yang dapat menentukan apakah penurunan suku bunga akan terjadi atau tidak," kata Kong.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -1,41%
Topix (Jepang) -1,19%
Shanghai Composite (China) +0,20%
Shenzhen Component (China) -0,15%
CSI300 (China) +0,54%
Hang Seng (Hong Kong) -0,06%
Kospi (Korsel) -0,14%
Taiex (Taiwan) -0,41%
ASX200 (Australia) +0,61%
Asia Currencies
Yen naik 0,64% menjadi 146,44 per USD
SGD menguat 0,05% menjadi 1,2795 per USD
AUD naik 0,08% menjadi 0,6551 per USD
Rupiah melaju 0,67% menjadi 16.093 per USD
Rupee melaju 0,01% ke 87.4300 per USD
Yuan melaju 0,07% ke 7.1718 per USD
Ringgit menguat 0,23% ke 4.1965 per USD
Baht melaju 0,05% ke 32.2960 per USD
Oil
Harga minyak naik pada hari Kamis (14/8) karena investor tetap berhati-hati terhadap pertemuan puncak AS-Rusia mengenai Ukraina pada hari Jumat pekan ini. Pertemuan ini yang akan menyebabkan pelonggaran sanksi minyak mentah Rusia dan bahkan dapat mengakibatkan tindakan lebih lanjut terhadap pembeli. Sementara prospek pasar yang lemah membatasi keuntungan.
Harga minyak mentah Brent naik 0,37% menjadi $65,87 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,34%, menjadi $62,85.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx)
Sumber : admin
powered by: IPOTNEWS.COM