News & Research

Reader

Bursa Sore: Saham Asia Mendung, IHSG Masih Belum Sanggup Tembus Level 8.000
Thursday, August 14, 2025       16:31 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih belum mampu menembus level psikologis 8.000 saat akhir perdagangan hari Kamis (14/8). Meski demikian IHSG menguat 38 poin (+0,49%) ke posisi 7.931.
Aktivitas trading mencatat volume sebanyak 420,70 juta lot saham di akhir sesi I. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp18,59 triliun.
Saham top gainers: , , , , , , . Saham teraktif: , , , , , , .
Sektor teknologi paling perkasa seusai menguat sebesar 4,02%. Sedangkan sektor finansial menjadi yang terlemah, turun 0,22%.
Bursa Asia
Dolar AS tertekan pada hari Kamis (14/8) karena para pedagang berspekulasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga bulan depan. Ini mendorong bitcoin ke rekor tertinggi. Sementara reli yang pesat di saham global beristirahat sejenak.
Dolar jatuh ke level terendah dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena pergeseran ekspektasi penurunan suku bunga AS. Komentar dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memicu spekulasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin yang sangat besar.
Tim analis Goldman Sachs memperkirakan Federal Reserve AS akan melakukan tiga kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini dan dua kali lagi pada tahun 2026.
Para trader saat ini memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September. Peluang penurunan yang lebih agresif sebesar 50 bps meningkat menjadi 7%, naik dari 0% seminggu sebelumnya, menurut alat FedWatch CME.
"Penurunan suku bunga pada bulan September tampaknya mungkin terjadi mengingat revisi pasar tenaga kerja baru-baru ini," kata Ben Bennett, ahli strategi investasi APAC di Legal and General Investment Management.
"Namun, data inflasi masih belum pasti, dan tidak ada tanda-tanda perlambatan ekonomi yang serius, sehingga The Fed kemungkinan akan tetap membuka opsi mereka untuk sisa tahun ini," ujarnya.
Investor juga menunggu data inflasi harga produsen AS yang akan dirilis hari ini, diikuti oleh laporan penjualan ritel pada hari Jumat.
Tim analis DBS memperkirakan bahwa investor kemungkinan akan menerapkan aturan "berita buruk-berita baik", memperlakukan data AS yang lemah sebagai isyarat untuk imbal hasil yang lebih rendah, dolar yang lebih lemah, dan selera risiko yang lebih kuat. Sementara melihat data yang lebih kuat sebagai penghambat narasi pelonggaran.
Meskipun laporan inflasi AS yang lemah minggu ini memperkuat argumen untuk pemotongan suku bunga, beberapa analis telah memperingatkan agar pasar tidak berpuas diri. Bahwa data yang akan datang dapat mengubah ekspektasi.
"Kami tidak seyakin pasar keuangan tentang pemotongan suku bunga FOMC sebesar 25 bps pada bulan September, apalagi pemotongan suku bunga sebesar 50 bps," kata Carol Kong, ekonom dan ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.
"Akan ada laporan CPI dan penggajian lain menjelang pertemuan bulan September yang dapat menentukan apakah penurunan suku bunga akan terjadi atau tidak," kata Kong.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) -1,45% ke 42.649
Topix (Jepang) -1,10% ke 3.057
Shanghai Composite (China) -0,46% ke 3.666
Shenzhen Component (China) -0,87% ke 11.451
CSI300 (China) -0,08% ke 4.173
Hang Seng (Hong Kong) -0,37% ke 25.519
Kospi (Korsel) +0,04% ke 3.225
Taiex (Taiwan) -0,54% ke 24.238
ASX200 (Australia) +0,53% ke 8.873
Asia Currencies
Yen naik 0,61% menjadi 146,48 per USD
SGD drop 0,06% menjadi 1,2809 per USD
AUD drop 0,15% menjadi 0,6536 per USD
Rupiah melaju 0,54% menjadi 16.115 per USD
Rupee melorot 0,19% ke 87,6062 per USD
Yuan drop 0,05% ke 4,2083 per USD
Ringgit melemah 0,05% ke 4,2083 per USD
Baht turun 0,18% ke 32,368 per USD
Bursa Eropa
Saham Eropa menguat hingga menyentuh level tertinggi dua minggu pada hari Kamis (14/8). Para investor menilai kinerja pendapatan emiten dan data ekonomi.
Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600 naik 0,2%. Sementara indeks blue-chip Inggris FTSE 100 turun 0,2%.
Ekonomi Inggris tumbuh lebih cepat dari perkiraan, yaitu naik 0,3% pada kuartal kedua, menurut data resmi. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters, serta Bank of England, memperkirakan pertumbuhan 0,1% untuk periode April-Juni.
Oil
Harga minyak menguat pada perdagangan hari Kamis (14/8) karena investor mempertimbangkan dampak pertemuan puncak AS-Rusia mengenai Ukraina pada hari Jumat terhadap aliran minyak mentah Rusia. Sementara prospek pasokan yang meningkat membatasi keuntungan.
Harga minyak mentah Brent naik 0,7% menjadi $66,08 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,7%, menjadi $63,09.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM