News & Research

Reader

BP Tapera Miliki Modal Rp9,2 Triliun Untuk Pembiayaan Perumahan
Tuesday, October 26, 2021       13:44 WIB

Ipotnews - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan memiliki modal awal sebesar Rp9,2 triliun untuk dikelola dan dikembangkan melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK).
Dana tersebut merupakan dana nasabah eks Bappetarum (Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil). Dengan pengelolaan yang prudent dan transparan, diyakini dana Tapera tersebut akan terus berkembang sehingga dapat membantu memenuhi likuiditas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Gatut Subadio, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera mengatakan awalnya Bappetarum sebelum digantikan BP Tapera memiliki dana cadangan sebesar Rp11,8 triliun. Namun seiring berjalannya waktu karena banyaknya PNS yang purna tugas maka dana tersebut dibayarkan kembali kepada nasabah yang pensiun. Sehingga dana yang tersisa saat ini sebesar Rp9,2 triliun. Kedepan diyakini dana kelolaan akan tumbuh seiring dengan iuran kepesertaan yang aktif dan juga dari imbal hasil pengelolaan dana.
"Paling engga sampai akhir tahun ini segitu. Nah tentu di tahun 2022-2023 sesuai perkembangan koleksi dari peserta Tapera harus melakukan simpanan 3 persen dari basis penerimaan sehingga pasti akan tumbuh (dana kelolaan)," kata Gatot dalam konferensi pers virtual, Senin (26/10).
Dijelaskannya bahwa pengelolaan dana BP Tapera kini bisa menggunakan skema konvensional ataupun syariah. Hal itu nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah ketika akan memanfaatkan dananya untuk keperluan pembelian KPR perumahan. Ditegaskan pembeda dari skema syariah dan konvensional adalah dari jenis transaksi, jenis produk investasinya dan kontrak kerjanya. Sementara dari sisi pengawasan dan mekanismenya relatif sama.
"Syariah dan konvensional pengawasannya sama. Khusus syariah kami dibantu DPS (Dewan Pengawas Syariah) sebagai advisor kami. Nah dari situ kita dapat masukan bagaimana mengelola dana syariah sampai dengan bagaimana cara kami berkontrak secara syariah," pungkas dia.
(Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru