News & Research

Reader

Bursa Sore: Keperkasaan Rupiah Belum Jadi Katalis Positif Bagi IHSG
Tuesday, December 10, 2019       16:38 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir ke zona negatif pada perdagangan hari Selasa (10/12). Indeks melemah -11 poin (-0,17 persen) ke level 6.183.
Indeks LQ45 -0,11% ke 992. Indeks IDX30 -0,16% ke level 541. Indeks IDX80 -0,05% ke 140. Indeks JII -0,16% ke posisi 690. Indeks Kompas100 -0,14% ke 1.250. Indeks Sri Kehati -0,25 persen ke 389. Indeks SMInfra18 -0,63 persen ke level 321.
IHSG mengikuti jejak pelemahan yang terjadi di pasar regional. Hal ini terjadi seiring kekhawatiran investor terkait risiko perang tarif impor menjelang batas waktu penerapan kenaikan tarif impor oleh AS terhadap produk China pada 15 Desember mendatang. Sedang prospek kesepakatan perdagangan AS-China fase 1 masih penuh ketidakpastian.
Data penjualan ritel periode Oktober yang menguat tidak dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG . Demikian pula dengan penguatan nilai tukar rupiah.
Saham-saham teraktif: , , , , , , .
Saham-saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham-saham top losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi mencapai Rp6,70 triliun. Volume trading sebanyak 100,37 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp305,58 miliar.
Nilai tukar rupiah menguat +0,04 persen ke level Rp14.005 terhadap USD (04.00 PM).
Bursa Asia
Market saham Asia tergerus tipis pada perdagangan hari Selasa (10/12) karena para investor cemas memantau batas waktu 15 Desember yang menjadi waktu dimulainya penerapan kenaikan tarif impor terhadap produk asal China oleh AS.
"Keputusan untuk menaikkan tarif pada 15 Desember atau tidak terletak pada Presiden Trump dan ia telah melanjutkan ambiguitas konstruktifnya pada masalah yang membuat pasar terus menebak," kata Tapas Strickland, Analis pada National Australia Bank seperti dikutip Reuters.
Market saham China bangkit di sesi sore setelah lesu saat sesi pagi. Indeks Shenzhen Component naik 0,4 persen ke 9.915. Indeks Shenzhen Composite melaju positif naik 0,384 persen ke 1.646. Di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak melemah.
Inflasi di tingkat konsumen periode November di China naik 4,5 persen (YoY) seiring harga pangan yang meroket hingga 19,1 persen di tengah berkembangnya wabah babi Afrika.
Sedangkan inflasi di tingkat produsen turun di periode yang sama. Inflasi produsen turun -1,4 persen (YoY).
Sementara itu pasar saham Jepang turun tipis. Indeks Nikkei 225 parkir ke zona negatif saat akhir sesi. Sementara Indeks Topix melemah tipis ke level 1.720. Saham unggulan, Nintendo menguat 2,86 persen. Nintendo meluncurkan secara resmi Switch konsole-nya di China.
Bursa saham Australia tertekan kembali. Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia bergerak melemah -0,34 persen ke level 6.706.
Adapun bursa saham Korsel melawan tren pelemahan pasar regional secara umum, Indeks Kospi menguat 0,45 persen ke 2.098. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) melemah -0,17 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 97,618 dibanding sesi sebelumnya di posisi 97,589.
Nilai tukar yen mendaki ke posisi 108,61 terhadap USD dibanding posisi sesi kemarin di 109,6 yen.
Dolar Australia bangkit ke level $0,6828 dibanding sesi sebelumnya di level $0,6816.
Indeks Nikkei (Jepang) -0,09% ke level 23.410.
Indeks Shanghai (China) +0,10% ke posisi 2.917.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,22% pada level 26.436.
Indeks STI (Singapura) -0,53% ke level 3.162.
Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Selasa (12/10) pagi waktu setempat seiring keraguan pasar apakah AS-China dapat mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu tarif berikutnya pada hari Minggu 15 Desember.
Indeks DAX (Jerman) -0,64% pada level 13.021.
Indeks FTSE (Inggris) -0,39% di posisi 7.205.
Indeks CAC (Perancis) -0,23% ke level 5.823.
Oil
Harga minyak terkoreksi di sesi sore pada perdagangan hari Selasa (10/12) karena kontra prospek permintaan global yang lambat melebihi pro kesepakatan OPEC untuk memperdalam pemangkasan produksi minyak hingga awal 2020.
Minyak Brent drop 11 sen ke harga USD64,14 per barel (07:38 GMT). Sedangkan minyak WTI melorot 10 sen ke level USD58,92 per barel.
(cnbc/reuters/awj/idx)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Saturday, Aug 08, 2020 - 17:59 WIB
Jika Tren Bertahan, Pasar Saham Bakal Reli "Mengerikan" Mulai Pekan Depan
Saturday, Aug 08, 2020 - 16:33 WIB
LPS Klaim Tingkat Kepercayaan Masyarakat Pada Perbankan Masih Baik
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:37 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of TLKM
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:29 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of CASA
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:23 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of CARE
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:19 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of BYAN
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:13 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of BVIC
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:07 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of BMAS
Saturday, Aug 08, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of BLTA
Saturday, Aug 08, 2020 - 14:59 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of BLTZ
1,070
-0.5 %
-5 %

14,594

BidLot

38,091

OffLot