News & Research

Reader

Bursa Sore: Moneter Global Stabil Dukung Market Regional Hijau, IHSG Jauhi Zona Merah   
Thursday, July 29, 2021       15:44 WIB

Ipotnews - IHSG bertahan menjauh dari zona pelemahan pada akhir perdagangan hari Kamis (29/7). IHSG mendaki naik 0,53 persen (+32 poin) ke posisi 6.120 setelah konsisten menghijau sejak awal sesi.
Indeks LQ45 +0,25% ke 832.
Indeks IDX30 +0,07% ke 443.
Indeks IDX80 +0,08% ke 119.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,77% ke 537.
Indeks Kompas100 +0,43% ke 1.061.
Indeks Sri Kehati +0,00% ke 312.
Indeks SMInfra18 -0,28% ke 284.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,26 triliun. Volume perdagangan sebanyak 227,62 juta lot saham. Investor asing net buy Rp49,14 miliar.
Rupiah bergerak melaju tipis 0,03 persen terhadap USD ke kevel Rp14.482 (03.00 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia rebound secara moderat pada perdagangan hari Kamis (29/7) merespon the Fed yang mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk memangkas stimulus. Kondisi pasar masih rapuh karena investor menunggu untuk melihat apakah pasar saham China dapat kokoh dari keruntuhan yang terjadi belakangan ini.
Terdapat juga katalis yang menjanjikan bagi market Asia tentang RUU Infrastruktur USA yang telah lama ditunggu-tunggu karena Senat USA memilih untuk melanjutkan kesepakatan senilai USD1,2 triliun.
Pasar saham naik tipis di tengah pemberitaan regulator setepat telah menyerukan perbankan untuk mengendurkan ketakutan terhadap aturan lebih ketat di sektor pendidikan dan yang listing di bursa luar negeri.
Data yang akan dirilis pada Kamis malam diperkirakan menunjukkan ekonomi USA kemungkinan tumbuh tercepat dalam 38 tahun terakhir karena stimulus pemerintah dan vaksinasi memicu belanja.
Chairman the Fed Jerome Powell mengambil posisi dovish dengan menekankan bahwa mereka (ekonomi) masih jauh dari kemajuan sustansial di pasar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memulai tapering.
"Perbedaan nada antara pernyataan dan konferensi pers mungkin hanya mencerminkan Powell berada di sisi dovish," kata analis JP Morgan, Michael Feroli. Dia menambahkan terdapat 3 kali kesempatan rilis data lapangan kerja sebelum meeting The Fed pada November serta lebih dari 2 kali meeting the Fed antara November dan Desember. "Kami perkirakan pada pengumuman the Fed bulan Desember meskipun Kami melihat itu bisa terjadi (diumumkan) pada Nopember," tambah Feroli.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) melesat naik 3,3 persen ke 26.315. Hang Seng menukik turun 8 persen selama 2 hari di awal pekan ini.
Emiten teknologi China di bursa Hong Kong yang terpukul keras awal pekan ini, hari ini bangkit. Saham Tencent naik 10,02 persen. Alibaba naik 7,7 persen. Meituan naik 9,49 persen. Sedangkan Hang Seng Tech Index naik 8 persen.
Market saham China juga rebound signifikan. Indeks Shanghai Composite naik 1,49 persen ke 3.411 dan Indeks Shenzhen Component menguat 3,045 persen ke 14.515. Regulator di China mengatakan bahwa negara itu akan mengizinkan perusahaan China untuk go public di USA selama mereka memenuhi persyaratan.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,73 persen ke 27.782 dan Indeks Topix naik 0,41 persen ke 1.927. Adapun Indeks Kospi (Korsel) menguat 0,18 persen pada posisi 3.242.
MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) menguat 2,1 persen. Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia melaju naik 0,52 persen ke level 7.417.
Indeks dolar AS turun tipis ke posisi 92,072 dari level sebelumnya di posisi 92,7.
Kurs yen naik tipis ke posisi ke 109,80 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,95.
Nilai tukar dolar Australia bergerak naik ke posisi $0,74 dari sebelumnya di $0,7357.
Bursa Eropa
Saham Eropa meningkat naik saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (29/7) pagi waktu setempat. Investor di bursa tersebut mencerna rilis terbaru laporan laba emiten dan sikap the Fed yang menegaskan lagi kebijakan dovish-nya.
Indeks DAX (Jerman) +0,07% pada posisi 15.581.
Indeks FTSE (Inggris) +0,38% ke level 7.043.
Indeks CAC (Perancis) +0,67% di posisi 6.653.
Minyak
Harga minyak menanjak naik pada perdagangan sesi sore hari Kamis (29/7) di pasar komoditas Asia seiring stok minyak di USA turun ke posisi terendah sejak Januari 2020. Minyak Brent naik 0,5 persen ke harga USD75,11 per barel. Minyak WTI naik 0,5 persen ke posisi harga USD72,78 per barel.
(cnbc/idx/reuters)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

15,900
-0.3 %
-50 %

116

BidLot

1,204

OffLot