News & Research

Reader

Defisit APBN Menciut, Tahun 2022 Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,17 Persen
Wednesday, December 08, 2021       17:08 WIB

Ipotnews - PT Bank Mandiri Tbk () memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,17%. Pada tahun depan, pemulihan ekonomi Indonesia tetap berlanjut dengan membaiknya konsumsi, investasi, dan tetap tingginya kinerja ekspor Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi akan bisa kembali ke level pra pandemi sekitar 5%," kata Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, dalam media gathering economic outlook secara virtual, Rabu (8/11).
Mandiri Spending Index terus mengalami kenaikan mendekati puncak belanja Lebaran tahun ini. Leading indicator Mandiri Spending Index (MSI) terus mengalami kenaikan signifikan. Pada tanggal 28 November MSI untuk frekuensi belanja mencapai level 138,2. Angka ini di atas puncak belanja pada saat Lebaran tahun 2021 yang berada pada posisi 137,5. Sementara MSI untuk nilai belanja mencapai level 120,5, artinya belanja masyarakat sudah 20,5% lebih tinggi dibandingkan pada periode prapandemi, Januari 2020.
"Selain itu, Indeks manufaktur PMI selama tiga bulan berturut-turut, pada bulan September s.d. November 2021 juga telah menunjukkan kondisi yang ekspansif," ujar Dian.
Dari sisi perbankan, intermediasi perbankan terus mengalami perbaikan memasuki triwulan IV 2021 ini. Pertumbuhan kredit industri pada bulan Oktober 2021 meningkat menjadi 3,24% yoy, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Secara year-to-date, sepanjang periode Januari sampai dengan Oktober 2021, kredit perbankan nasional telah tumbuh sebesar 4,22%.
"Kualitas aset juga cukup stabil, terlihat dari rasio NPL industri yang terjaga pada level 3,22% per bulan Oktober 2021," jelas Dian.
Di sisi lain, dana pihak ketiga perbankan juga terus mencatatkan pertumbuhan yang cukup solid. DPK industri perbankan pada bulan Oktober tercatat tumbuh 9,44% yoy dan sepanjang tahun 2021, dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2021 DPK perbankan tumbuh 8,69% yoy. Tingginya pertumbuhan DPK mendorong terjaganya likuiditas perbankan, terlihat dari rasio loan to deposit (LDR) terus menurun hingga mencapai 78,85% per bulan terendah sejak bulan Januari 2012.
"Kami optimis bahwa intermediasi perbankan akan terus membaik pada tahun depan, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional," tambah Dian.
Dian memproyeksikan realisasi penerimaan negara tahun 2022 mencapai Rp1.841 triliun. Sementara realisasi belanja negara tahun depan diprediksi mencapai Rp2.709 triliun. Dengan demikian, defisit dalam APBN 2022 diperkirakan akan mencapai -4,07%.
"Mengecilnya defisit APBN berkat dampak positif dari UU HPP yang akan menambah penerimaan pajak nasional Rp139 triliun pada 2022. Juga meningkatkan tax ratio menjadi 9,2% pada tahun depan," tutup Dian.
(Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

7,300
1.7 %
125 %

80

BidLot

1,327

OffLot