News & Research

Reader

Harga Minyak Melonjak Tetapi Kasus Virus Korona India Membebani
Saturday, May 15, 2021       13:41 WIB

Ipotnews - Posisi harga minyak ke zona kenaikan pada perdagangan akhir pekan ini, berbalik arah dari koreksi tajam hasi sebelumnya seiring penguatan pasar saham dan USD tergelincir. Meskipun demikian kenaikan tersebut dibatasi oleh situasi pandemi virus corona di India yang merupakan konsumen utama minyak mentah global.
Otoritas pengelola jalur pipa BBM, Colonial Pipeline mengatakan pada Kamis malam pekan ini, bahwa pihaknya telah memulai kembali seluruh sistem jaringan pipa pasok dan telah memulai pengiriman di semua pasarnya. Jalur tersebut adalah saluran utama kilang minyak Teluk ke arah pantai timur USA.
"Minyak naik karena pasokan bergerak lagi, baik melalui pipa atau sungai Mississippi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. "Seraya menekankan kegembiraan adalah kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang kasus COVID di India."
Ibukota AS kehabisan bensin pada hari Jumat meskipun pipa jalur minyak mulai aktif kembali. Pemadaman pompa bensin di Washington, DC, naik menjadi 87%, dari 79% sehari sebelumnya, demikian berdasarkan penelusuran GasBuddy.
Minyak mentah berjangka Brent naik 2,48% menetap di harga $ 68,71 per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,43% menjadi menetap di $ 65,37 per barel. Harga WTI dan Brent kehilangan sekitar 3% pada hari Kamis.
Ekuitas global naik dan dolar tergelincir pada hari Jumat setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan tidak akan ada langkah segera untuk mengetatkan kebijakan moneter di ekonomi terbesar dunia itu.
Karena harga minyak dalam dolar, melemahnya greenback membuat harga komoditas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, berpotensi memacu permintaan. Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel April terhenti menyusul lonjakan 10,7% pada Maret, revisi naik dari kenaikan 9,7% yang dilaporkan sebelumnya.
Harga minyak berada di bawah tekanan minggu ini seiring melonjaknya kasus virus korona di India serta kekhawatiran bahwa varian yang sangat mudah menular yang pertama kali terdeteksi di sana menyebar ke negara lain. India pada hari Jumat melaporkan 343.144 kasus baru virus korona, membuat penghitungan keseluruhannya melewati angka 24 juta, sementara kematian akibat COVID-19 naik menjadi sebanyak 4.000.
"kegagalan minyak Brent untuk menembus level $ 70 kemungkinan telah memicu penjualan oleh pelaku pasar spekulatif, terutama karena pengoperasian jalur Pipa Colonial sedang digenjot lagi di AS, " kata Tim Riset Commerzbank.
Presiden AS Joe Biden meyakinkan pengendara bahwa pasokan bahan bakar akan mulai kembali normal akhir pekan ini, sekalipun ketika lebih banyak pompa bensin kehabisan bensin di seluruh wilayah Tenggara USA hampir seminggu setelah serangan dunia maya memaksa penutupan pipa bahan bakar utama negara itu.
(reuters/cnbc)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM