News & Research

Reader

Kuartal Pertama, Laba Bersih BBCA Naik 7 Persen Jadi Rp7 Triliun
Thursday, April 22, 2021       16:25 WIB

Ipotnews - Pada Kuartal I-2021, PT Bank Central Asia Tbk () mencatatkan laba bersih sebesar Rp7 triliun atau bertumbuh hingga sebesar 7 persen (year-on-year), karena kondisi perekonomian dalam negeri yang berangsur pulih di awal tahun ini.
Presiden Direktur , Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Kamis (22/4) mengatakan, perseroan dan entitas anak mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal I-2021, serta posisi permodalan dan likuiditas berada dalam posisi yang sehat melewati setahun masa pandemi Covid-19.
Jahja menyebutkan, pertumbuhan laba bersih di Kuartal I-2021 yang mencapai 7 persen (y-o-y), sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, yakni mencapai Rp610 triliun per 31 Maret 2021.
Hal tersebut didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9 persen dibandingkan posisi per Desember 2020. Sementara itu, membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada segmen korporasi, ditopang permintaan pada industri telekomunikasi, minyak nabati dan hewani, serta perkebunan.
"Bersamaan dengan stimulus pemerintah untuk memacu permintaan kredit konsumer, BCA Online Expoversary diselenggarakan pada Maret 2021 untuk memberikan penawaran khusus KPR dan KKB bagi segmen ritel," papar Jahja.
Dia menyebutkan, selama satu bulan pelaksanaan Expoversary terdapat 1,2 juta pengunjung, serta pengajuan aplikasi KPR dan KKB masing-masing Rp15 triliun dan Rp5 triliun. "Hal ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih ada di pasar. Untuk mendukung pemulihan ekonomi di segmen UMKM , kami menggelar pameran online BCA UMKM fest yang diikuti 1.700 merchant," tuturnya.
Jahja menyampaikan, total penyaluran kredit terkoreksi menjadi Rp586,8 triliun di akhir Maret 2021. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp262,6 triliun di akhir Maret 2021 atau meningkat 0,9 (y-o-y), sedangkan kredit komersial dan UKM menurun 6,4 persen (y-o-y) menjadi Rp178,9 triliun.
Total kredit konsumer terkontraksi 10 persen (y-o-y) menjadi Rp139,5 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR menurun 3,4 persen (y-o-y) menjadi Rp89,4 triliun, serta KKB menurun 23,7 (y-o-y) menjadi Rp36 triliun. Saldo outstanding kartu kredit menurun 10,2 persen (y-o-y) menjadi Rp11,1 triliun.
Lebih lanjut Jahja mengatakan, mempu membukukan kinerja yang kuat pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kuartal I-2021, tercermin dari current account and savings account () yang meningkat 15,4 persen (y-o-y) menjadi Rp655,8 triliun.
Jumlah tersebut berkontribusi bagi kenaikan total DPK sebesar 14,6 persen (y-o-y) menjadi Rp849,4 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut telah mendorong total aset bertumbuh 12,1 persen (y-o-y) menjadi Rp1.090,4 triliun per 31 Maret 2021.
Pada Kuartal I-2021, membukukan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 3,3 persen (y-o-y) menjadi Rp14,1 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga menurun 14,5 persen (y-o-y) menjadi Rp4,9 triliun, karena pendapatan non-bunga pada Kuartal I-2020 sebagian besar didorong oleh keuntungan tidak berulang dari penjualan portofolio reksa dana.
Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp19,1 triliun atau terkoreksi 2,0% YoY, sementara laba bersih tumbuh 7,0% YoY menjadi Rp7,0 triliun. Per akhir Maret 2021, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,5 persen, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65,2 persen.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga pada level 1,8 persen atau lebih tinggi dibanding Kuartal I-2020 sebesar 1,6 persen. Sementara itu, return on asset (ROA) tercatat sebesar 3,1 persen dan return on equity (ROE) sebesar 15,8 persen.(Budi)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM

378
0.0 %
0 %

233

BidLot

135

OffLot