News & Research

Reader

Lebih Banyak Masalah Ketimbang Manfaat, CDC Longgarkan Uji Covid Untuk yang Sudah Divaksinasi
Sunday, May 16, 2021       14:24 WIB

Ipotnews - Warga Amerika Serikat yang sudah divaksinasi tidak hanya dapat menghindari kewajiban memakai masker, mereka juga tak perlu terlalu sering mengikuti uji Covid-19.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, menyatakan orang-orang yang sudah divaksinasi dan tanpa gejala sebagian besar tidak perlu lagi dites Covid-19, bahkan jika terpapar virus. Menurut CDC, orang yang sudah divaksinasi penuh dan tidak memiliki gejala seharusnya juga tidak perlu diskrining secara acak.
Ppelonggaran kewajiban memakai masker dan pembaharuan panduan pengujian dari CDC muncul,ketika banyak perusahaan swasta dan universitas besar masih secara rutin melakukan tes Covid-19 pada karyawan dan siswa yang sudah divaksinasi.
CDC berpendapat, orang-orang memang masih dapat terinfeksi Covid-19 setelah divaksinasi, tetapi mereka cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh sakit, dan juga lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus ke orang lain. Para ahli mengatakan pembaharuan rekomendasi pengujian dari lembaga tersebut konsisten dengan panduan sebelumnya dan dirancang untuk menghindari pengujian dan gangguan yang tidak perlu.
Jennifer Nuzzo, profesor Johns Hopkins School of Public Health dan akademisi senior di Johns Hopkins Center for Health Security mengatakan, kemungkinan mendapatkan hasil tes positif pada orang yang sudah divaksinasi akan rendah. Demikian pula, pada orang yang sudah divaksinasi dengan hasil tes yang positif tanpa gejala, akan memiliki kemungkinan "sangat rendah" untuk menularkan Covid-19 kepada orang lain, kata Nuzzo.
"Kami mencoba untuk tidak menguji orang-orang yang memiliki kemungkinan infeksi sangat rendah ... Ini mungkin menciptakan lebih banyak masalah daripada manfaatnya," imbuh Nuzzo, seperti dikutip USA Today, Jumat (15/5).
CDC tetap merekomendasikan orang yang menunjukkan gejala Covid-19 harus menjalani tes. Selain itu, orang yang sudah divaksinasi dengan tanpa gejala harus menjalani tes, jika mereka berada di penjara atau tempat penampungan tunawisma. Semua petugas kesehatan dan penghuni panti jompo dengan wabah aktif juga harus diuji secara rutin sampai tidak ada kasus baru yang terdeteksi selama dua minggu.
Rekomendasi pengujian yang lebih ketat untuk penjara dan fasilitas perawatan jangka panjang- bahkan jika staf telah divaksinasi penuh - diperlukan karena mereka berada di fasilitas yang berisiko lebih tinggi, kata para ahli.
"Ada alasan kami menginginkan pengujian dalam situasi tersebut," kata Dr. Eric Blank, kepala program officer Association of Public Health Laboratories, AS. "Jika ada keterpaparan, Anda ingin mengetahui apakah itu berasal dari rumah, pengunjung, atau apakah itu terobosan yang sebenarnya?"
Blank mengatakan, perlunya pengujian jauh lebih tidak mendesak di tempat-tempat berisiko rendah seperti universitas, bisnis swasta, atau bahkan tim olahraga profesional. Orang dianggap terlindungi dua minggu setelah mereka menyelesaikan suntikan dosis vaksin terakhir mereka.
Tes cepat yang digunakan untuk menyaring banyak orang di tempat-tempat dengan sedikit kasus, hasilnya kemungkinan kurang sensitif. Dan jika seseorang dites positif dengan tes cepat antigen, menurut Blank, orang itu mungkin perlu melakukan tes PCR berbasis laboratorium yang bisa memerlukan beberapa hari untuk memverifikasi hasilnya.
Dalam pembaharuan rekomendasinya pekan ini, CDC mengatakan ada semakin banyak bukti bahwa orang yang divaksinasi telah terlindungi dan kecil kemungkinannya untuk menularkan virus ke orang lain.
"Intinya adalah jika Anda sudah divaksinasi - saya tahu ini sedikit keras - tetapi tampaknya hanya membuang-buang waktu dan uang [untuk melakukan tes Covid-19]," kata Blank. "Kami menganggap mereka sudah terlindungi, jadi apa gunanya skrining?"
Pekan ini, tiga pelatih, empat staf pendukung, dan  shortstop  Gleyber Torres dari New York Yankees dinyatakan positif Covid-19 - meskipun semuanya telah divaksinasi.
Menganggapi wabah Yankees itu, Kamis lalu, Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengatakan, "Kami jelas perlu mempelajari lebih lanjut tentang situasi itu."
Dr Geoffrey Baird, ketua interim Department of Laboratory Medicine, University of Washington mengatakan, memakai masker, menjaga jarak dan tes membantu menurunkan risiko Covid-19. Pembaharuan rekomendasi CDC mencerminkan risiko yang lebih rendah di seluruh negeri sekarang, namun ia memperingatkan bahwa risiko tersebut belum sama sekali hilang.
"Hanya saja risikonya jauh lebih rendah sekarang dan konsekuensinya jauh lebih ringan," kata Baird. "Tidak ada yang 100% efektif." (USA Today)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM