News & Research

Reader

Market Saham Asia Finis di Zona Merah Meski Terhindar Dari Panic Selling
Thursday, October 29, 2020       16:05 WIB

Ipotnews - Pasar saham Asia berakhir di zona merah pada perdagangan hari Kamis (29/10). Pelemahan bursa regional Asia tanpa dibarengi panic selling yang tampak di pasar Eropa dan USA. Para investor di Asia mencoba untuk memahami kehawatiran bahwa lockdown baru dapat menggagalkan pemulihan ekonomi akibat pandemi corona.
Lonjakan kasus virus corona yang terus terjadi di USA dan Eropa membebani sentimen investor di pasar saham Asia-Pasifik.
Pada hari Selasa pekan ini, USA mencatat lonjakan angka positif harian tertinggi untuk ketiga kali secara beruntun. Jerman dan Perancis mengumumkan pembatasan baru di sektor bisnis pada hari Rabu pekan ini dalam upaya membendung penyebaran virus corona seiring penanganan pandemi di kawasan tersebut yang memburuk.
"Hingga kemarin, pasar bergerak dengan harapan peningkatan layanan perawatan kesehatan dalam menangani pandemi akan mencegah kebijakan lockdown yang parah," kata Analis valas National Australia Bank, Rodrigo Catril.
"Asia tidak mengambil bagian dalam hal gelombang kedua atau ketiga pandemi ini karena sebagian besar covid-19 di Asia terkendali," ujar Rob Carnell, Kepala Ekonom pada lembaga ING yang bermarkas di Belanda seperti dikutip Reuters.
"Alhasil perekonomian domestik terlihat masuk akal. Ekspor akan tetap lemah tetapi di dalam negeri mereka masih baik-baik saja dan jauh lebih baik dibanding Eropa dan Amerika," tambahnya.
Pasar saham Korsel finis ke level negatif. Indeks Kospi melorot 0,79 persen ke 2.326. Saham unggulan samsung Electronics turun 1,53 persen setelah manajemen perusahaan tersebut memperkirakan laba kuartal IV akan turun.
Sementara itu di bursa Australia, Indeks S&P/ASX 200 juga bergerak lesu, turun 1,61 persen ke 5.960. Market saham Australia melemah paling buruk se-regional.
Adapun di market Hong Kong, Indeks Hang Seng tertekan melemah 0,44 persen saat final perdagangan. Saham Standard Chartered di bursa Hong Kong turun 2 persen setelah bank tersebut mengumumkan laba sebelum pajak kuartal III turun 40 persen (YoY).
Sedangkan pasar saham China terhindar dari tren koreksi market regional. Indeks Shanghai Composite bergerak ke zona hijau, naik 0,11 persen ke 3.272. Indeks Shenzhen Component naik 0,983 persen ke 13.519.
Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang juga tergelincir turun. Nikkei 225 melemah 0,37 persen ke 23.331 saat akhir sesi. Indeks Topix turun 0,1 persen. Saham Sony menguat 6,69 persen setelah meningkatkan prospek kenaikan laba tahunan.
Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter sebagaimana perkiraan para analis. BoJ dalam laporannya merevisi turun GDP sebesar 5,5 persen pada 2020. Ekspektasi tersebut lebih buruk dibanding perkiraan sebelumnya di bulan Juli yang mana BoJ memproyeksikan GDP turun 4,7 persen.
Data penjualan ritel Jepang periode September turun 8,7 persen (YoY). Data tersebut lebih buruk dari perkiraan para analis yang memproyeksikan turun 7,7 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (patokan pasar regional tumbang 0,36 persen. Pasar saham Indonesia libur panjang hingga akhir pekan ini.
Indeks dolar AS merangkak naik ke level 93,374 dari level sebelumnya di 93,2.
Nilai tukar yen menguat tipis ke posisi 104,30 terhadap USD dibanding sesi sebelumnya di level 104,8.
Dolar Australia melemah ke $0,7065 dari level sebelumnya di $0,712.
(reuters/cnbc/mk)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM