News & Research

Reader

Minyak Terkatrol Pengetatan Pasokan, Brent Dekati Level USD80
Monday, September 27, 2021       17:02 WIB

Ipotnews - Harga minyak naik untuk hari kelima beruntun, Senin, dengan Brent berada di level tertinggi sejak Oktober 2018 dan menuju USD80 di tengah kekhawatiran seputar pasokan karena melonjaknya permintaan di beberapa belahan dunia seiring pelonggaran pembatasan pandemi.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melesat USD1,15 atau 1,5% menjadi USD79,24 per barel pada pukul 15.00 WIB, setelah membukukan kenaikan tiga minggu berturut-turut, demikian laporan  Reuters,  di London, Senin (27/9).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melejit USD1,07, atau 1,5%, menjadi USD75,05 per barel, mendekati level tertinggi sejak Juli, setelah meningkat untuk pekan kelima berturut-turut minggu lalu.
Goldman Sachs menaikkan perkiraannya sebesar USD10 untuk Brent pada akhir tahun ini menjadi USD90 per barel, karena pemulihan permintaan bahan bakar yang lebih cepat dari wabah varian Delta virus korona dan hantaman Badai Ida terhadap produksi Amerika menyebabkan pengetatan pasokan global.
"Kendati kami sudah cukup lama mempertahankan pandangan minyak yang  bullish,  defisit pasokan-permintaan global saat ini lebih besar dari yang kami prediksi, dengan pemulihan permintaan global dari dampak Delta bahkan lebih cepat dari proyeksi di atas konsensus kami dan dengan pasokan global yang tersisa di bawah perkiraan konsensus kami," kata Goldman.
Terperangkap rebound permintaan, anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, mengalami kesulitan meningkatkan output karena minimnya investasi atau penundaan proses pemeliharaan akibat pandemi.
"Dukungan harga datang berkat ketatnya pasokan Amerika akibat gangguan di Teluk Meksiko mendorong penarikan persediaan," kata Stephen Brennock, analis PVM.
Patokan minyak mentah Eropa juga didukung kenaikan di seluruh kompleks energi yang lebih luas, papar dia.
"Melonjaknya harga gas alam memicu rumor bahwa hal itu dapat meningkatkan permintaan bahan bakar alternatif, termasuk minyak."
Impor minyak India mencapai level tertinggi tiga bulan pada Agustus, rebound dari posisi terendah hampir satu tahun yang disentuh pada Juli, karena penyulingan di importir minyak mentah terbesar kedua itu menimbun pasokan guna mengantisipasi permintaan yang lebih tinggi.
Sementara itu, penjualan publik pertama China atas cadangan minyak negara itu hampir tidak berdampak terhadap kenaikan harga ketika PetroChina dan Hengli Petrochemical membeli empat kargo dengan total sekitar 4,43 juta barel. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM