News & Research

Reader

Pemerintah akan Stop Ekspor Bauksit, HKMU Optimistis Bisnisnya Segera Pulih
Monday, November 29, 2021       15:41 WIB

JAKARTA, investor.id - PT HK Metals Utama Tbk () menyambut positif rencana pemerintah RI untuk menghentikan ekspor perdagangan bahan-bahan mentah termasuk bauksit ke luar negeri. Rencana ini diyakini dapat membuat industri aluminium segera pulih.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Jodi Pujiyono mengatakan, perseroan menyambut baik rencana pemerintah untuk stop ekspor bauksit, ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku industri manufaktur khususnya aluminium yang kondisinya cukup terpukul semenjak Covid-19.
Diketahui bauksit yang notabene merupakan bahan dasar dari pembuatan aluminium, memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses bisnis yang dijalankan oleh perseroan melalui anak usahanya PT Handal Aluminium Sukses (HAS), yang bergerak di bidang manufaktur aluminium ekstrusi.
"Dengan dihentikannya ekspor bauksit, serta pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi (aluminium) di dalam negeri akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, termasuk memberikan dampak positif terhadap pelaku industri aluminium," ujar Jodi dalam keterangan resmi, Senin (29/11).
Industri aluminium selama dua tahun terakhir mengalami tekanan dari berbagai hal, selain dari penurunan permintaan industri aluminium juga tertekan oleh kenaikan harga bahan baku aluminium ingot. Sejak awal kuartal II-2020 harga di bursa berjangka London Metal Exchange (LME) berkisar 1.400 US$/Ton Metrik, dan terus menanjak hingga menyentuh 3.000 US$/Ton Metrik di kuartal III-2021.
Jodi menambahkan dampak dari pandemi menyebabkan adanya sejumlah pabrikan aluminium yang akhirnya harus berhenti beroperasi setelah mencoba bertahan selama hampir dua tahun ini.
"Perseroan juga merasakan dampak yang besar, oleh karena itu sejumlah langkah strategis melalui program transformasi harus kami lakukan untuk dapat bertahan, dan kami bersyukur bisa melewati masa sulit ini serta menumbuhkan optimisme untuk menghadapi tantangan di tahun mendatang." ujar dia.
Jika melihat data produksi ke belakang, kinerja HAS menunjukan hasil yang cukup baik. Total produksi HAS di tahun 2019 mencapai 5.314 ton, kemudian di tahun 2020 pada saat awal pandemi Covid-19 melanda, HAS mampu mencatatkan peningkatan produksi mencapai 6.150 ton, meskipun di tahun 2021 sedikit mengalami penurunan produksi, namun diharapkan target produksi dapat dikejar mencapai 5.700 ton di penghujung tahun ini.
"Penurunan produksi di 2021 ini merupakan bagian dari strategi  fix the basic  guna memperbaiki fundamental pasar dan struktur margin perseroan, sejauh ini sudah menunjukkan hasil yang baik dan sesuai dengan harapan manajemen. Pada tahun mendatang, kami akan menjalankan strategi dengan memulai untuk mengoptimalisasi bisnis untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik," ujar dia.
Sebelumnya, HK Metals Utama pada tahun ini akan fokus pada transformasi bisnis menjadi perusahaan produsen manufaktur. Perseroan optimis, strategi ini dapat mengejar target pendapatan pada tahun 2021 sebanyak Rp 600 miliar. Perseroan juga berusaha seoptimal mungkin untuk memperbaiki laba pada tahun 2021 agar lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sumber : Investor.id

powered by: IPOTNEWS.COM

51
-3.8 %
-2 %

166,380

BidLot

32,731

OffLot