News & Research

Reader

Setelah Tertunda Akibat Korona, DSNG Uji Coba Produksi Bio-CNG di Kalimantan
Thursday, September 17, 2020       12:45 WIB

Ipotnews - PT Dharma Satya Nusantara Tbk () akhirnya melakukan uji coba produksi (commissioning) fasilitas Bio-CNG Plant yang bisa menghasilkan listrik mencapai 1,2 megawatt, serta gas biometana dengan kapasitas 280 meter kubik per jam.
Prosesi commissioning dilakukan melalui video conference di fasilitas Bio-CNG Plant di Muara Wuhau, Kalimantan Timur, Kamis (17/9), serta di Kantor Pusat , Jakarta Timur. Sebelumnya, pembangunan pabrik yang dimulai sejak Desember 2018 ini sempat tertunda akibat pembatasan keluar-masuk wilayah kebun akibat pandemi Covid-19.
Menurut Direktur Utama , Andrianto Oetama, pembangunan proyek BioCNG Plant menerapkan konsep circular economy dengan meminimalisir limbah pabrik kelapa sawit melalui pemanfaatan sumber daya berkelanjutan dan regenerasi sistem alam.
Pembangunan fasilitas Bio-CNG diharapakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan sekaligus menghemat penggunaan solar. "Bio CNG Plant memanfaatkan limbah cair dari satu pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas olah sebanyak 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam," ujar Andrianto.
Sehingga, lanjut dia, keberadaan Bio-CNG Plant tersebut bisa mengurangi emisi GRK hingga lebih dari 50 ribu ton CO2 yang setara dengan penanaman lebih dari 800 ribu pohon atau setara dengan berkurangnya 11.000 unit kendaraan
penumpang.
Andrianto mengungkapkan, pabrik.Bio-CNG milik ini mampu menghasilkan listrik berkapasitas 2x0,6 megawatt. Energi listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk proses pengolahan Palm Kernel di Kernel Crushing Plant (KCP), serta proses produksi di BioCNG Plant ini sendiri.
Sementara itu, sisa kelebihan gas akan dikompres menjadi Biomethane Compressed Natural Gas yang selanjutnya disimpan di dalam tabung. Bio-CNG ini akan yang telah dikemas didistribusikan ----menggunakan truk yang juga berbahan bakar Bio-CNG---- ke seluruh emplasmen (perumahan karyawan) dan PKS di areal DSN Grup Muara Wahau.
"Dengan adanya energi terbarukan dari Bio-CNG ini, maka perseroan juga menghemat sedikitnya dua juta liter solar per tahun. Padahal selama ini solar dipakai sebagai bahan bakar di pabrik kelapa sawit dan Kernel Crushing Plant," ucap Andrianto.
Pada kesempatan yang sama, Managing Director Unit Bisnis Agro , Timotheus Arifin C mengatakan, selama ini memahami bahwa tumbuh kembangnya masyarakat setempat menjadi tolok ukur pertumbuhan perusahaan.
Sejak awal berdiri, menurut dia, telah memfasilitasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan memberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan operasional. "Kami juga memfasilitasi pendirian dan pengembangan lembaga keuangan berbasis masyarakat, berupa credit union untuk membantu akses permodalan masyarakat di sekitar perkebunan," imbuhnya.
(Budi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM

462
0.4 %
2 %

2,542

BidLot

1,017

OffLot