News & Research

Reader

Wall Street Berbalik Setelah Melesat Tajam, Dow Ditutup Melemah 100 Poin
Wednesday, March 03, 2021       05:11 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street jatuh, Selasa, dipimpin emiten teknologi, ketika pasar mengembalikan keuntungan kuat dari sesi sebelumnya.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,81% atau 31,53 poin menjadi 3.870,29 setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi Senin untuk mencatat hari terbaik sejak Juni, demikian laporan   CNBC ,  di New York, Selasa (2/3) atau Rabu (3/3) pagi WIB.
Sementara, Dow Jones Industrial Average melemah 143,99 poin atau 0,46% menjadi 31.391,52. Sedangkan Nasdaq Composite Index kehilangan 1,69% atau 230,04 poin menjadi 13.358,79 karena saham Apple dan Facebook masing-masing merosot lebih dari 2%. Amazon dan Microsoft keduanya tergelincir 1%, sementara Tesla anjlok 4,5%.
Teknologi dan  consumer discretionary  adalah dua sektor berkinerja terburuk, masing-masing jatuh lebih dari 1%. Sedikit keuntungan dalam material memberikan pasar yang lebih luas beberapa bantalan.
"Pasar mungkin terjebak dalam tarik-menarik antara apa yang mereka prediksi bakal terjadi dan ketidakamanan yang dipicu pandemi yang diperparah oleh dorongan pasar lainnya yang lebih sulit diukur," kata Chris Hussey, Direktur Pelaksana Goldman Sachs.
"Pada masa-masa seperti hari ini, tanpa berita dan sedikit makro untuk membantu investor menjaga kepercayaannya, kami melihat 'bagaimana jika' mengemuka -  sideways trading,  di semua sektor, ditambah dengan penurunan suku bunga."
Imbal hasil US Treasury 10-tahun, titik fokus akhir-akhir ini bagi investor ekuitas, turun di bawah 1,41%. Imbal hasil acuan itu tampaknya menjadi stabil pekan ini setelah melonjak ke level tertinggi 1,6% minggu lalu, yang meredakan beberapa kekhawatiran tentang biaya pinjaman dan inflasi yang lebih tinggi.
Namun, beberapa investor meyakini itu tidak dapat dihindari bahwa  yield  akan cenderung lebih tinggi tahun ini di tengah pemulihan ekonomi dan kemungkinan lebih banyak stimulus fiskal, yang dapat menyusutkan saham.
"Imbal hasil 10 tahun belum (belum) pada level di mana investor melakukan aksi jual saham secara grosir, tetapi kenaikan baru-baru ini telah mengakhiri proses ekspansi PE (price to earning ratio)," ujar Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge.
Sementara itu, yang lain berpikir lonjakan imbal hasil mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan kenaikan proyeksi laba dan saham bakal menyerap suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang jika naik dengan kecepatan yang wajar.
Selasa, Presiden Joe Biden mengatakan Merck akan membantu membuat vaksin Covid suntikan tunggal Johnson & Johnson saat negara itu berupaya meningkatkan pasokan.
Sektor siklikal yang sensitif secara ekonomi mengungguli pasar yang lebih luas sepanjang tahun ini di tengah optimisme tentang vaksin dan kebangkitan ekonomi. Energi dan keuangan masing-masing meningkat 28% dan 12%  (year-to-date). 
Ekuitas Amerika memulai Maret dengan catatan kuat pada Senin dengan S&P 500 melesat 2,4%, Dow Jones Industrial Average melonjak hampir 2% dan Nasdaq meroket lebih dari 3% setelah anjlok 4,9% minggu lalu. Dow dan Nasdaq membukukan hari perdagangan terbaiknya sejak November.
Saham Target membalikkan kenaikan awal menjadi ditutup merosot lebih dari 4 meski perusahaan itu melaporkan lonjakan penjualan. Pengecer tersebut menolak memberikan proyeksi untuk tahun ini.
Kohl's Corp naik 0,6% setelah membukukan hasil kuartal liburan di luar ekspektasi pasar karena peningkatan penjualan online dan perusahaan tersebut menekan biaya.
Penyedia rating TV, Nielsen, melonjak 7,6% setelah menjual bisnis iklan video canggihnya ke penyedia platform streaming televisi, Roku. Saham Roku anjlok 7,3%. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM