- Bursa Asia dibuka turun mengikuti pelemahan Wall Street dan Eropa, di tengah sinyal konflik AS-Iran yang saling bertentangan.
- Pasar merespons perpanjangan tenggat serangan olehTrump, sementara prospek damai masih belum jelas.
- IHSG berpotensi lanjut koreksi meski teknikal menunjukkan peluang bergerak sideways di kisaran terbatas.
Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (27/3), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indek acua pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor mencermati pesan yang saling bertentangan tentang kemungkinan penyelesaian konflik, dari AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari hingga 6 April guna memberi lebih banyak waktu bagi negosiasi. Trump mengatakan perpanjangan tersebut dilakukan atas permintaan Iran, sebagai imbalan atas 10 kapal tanker minyak yang diizinkan melintas di Selat Hormuz sebagai "hadiah" dari Teheran.
Laman CNBC melaporkan, Washington dalam beberapa hari terakhir memberi sinyal menginginkan penyelesaian konflik melalui negosiasi dan menyebut pembicaraan damai terus berlangsung. Namun Teheran membantah adanya dialog langsung dengan AS.
Harga minyak sempat naik pada Kamis namun kemudian menunjukkan tanda-tanda melemah di tengah indikasi kemajuan menuju kesepakatan damai AS-Iran. Minyak WTI kontrak Mei terakhir turun 1,3% ke USD93,29 per barel, sementara Brent ditutup di USD108,01 per barel.
Di Asia, China dijadwalkan merilis data laba industri dua bulan pertama 2026 pada Jumat. Data tersebut akan menjadi indikator awal kesehatan sektor manufaktur di tengah persaingan ketat. Permintaan yang masih lemah juga menjadi tantangan utama bagi kinerja pabrik-pabrik di China.
Perdagagan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,42%. Indeks berlanjut melorot 0,67% ke 8.468,20 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 3%, dan Kosdaq merosot 1,5%. Kospi berlanjut ambles 4,25% ke level 5.228,35.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang anjlok 1,85% ke 52.612,02, setelah dibuka melorot 0,9%, dan Topix turun 0,4%.
Kontrak berjangka Hang Seng Index berada di 24.782, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 24.856,43.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menhadapi tekanan pelemahan, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan kejatuhan 1,89% ke level 7.164,09. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 2,25% ke USD15,61.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih rawan melanjutkan koreksi. Investor cenderung melakukan profit taking di tengah situasi yang belum jelas.
Secara teknikal indikator MACD menunjukkan tekanan yang cenderung mulai mereda. IHSG masih berpeluang bergerak sideways di kisaran 7.050 hingga 7.250.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menurun tajam, di tengah kekhawatiran eskalasi konflik AS, Israel, dan Iran. Trump mengancam Iran harus membuat kesepakatan dengan AS atau menghadapi serangan lanjutan, bahkan menguasai minyak Iran. Harga minyak melonjak. Investor cenderung menjual saham di tengah ketidakpastian perang, inflasi energi, dan arah suku bunga AS. Klaim pengangguran AS naik tipis, memberi ruang bagi the Fed untuk mempertahankan suku bunga.
Sebagian besar sektor di S&P 500 tersungkur. Hanya sektor energi (+1,6%) dan utilitas defensif (+0,2%) yang menguat. Sektor layanan komunikasi terperosok 3,5%. Sektor teknologi anjlok 2,7%. Saham Meta terjungkal hampir 8%. Alphabet jatuh lebih dari 3%. Indeks Philadelphia Semiconductor ambles 4,8%. Nvidia anjlok lebih dari 4%. Nasdaq masuk fase koreksi terburuk sejak 20 Januari, rontok 10,7% dari posisi puncaknya.
- Dow Jones Industrial Average drop 1,01% ke 45.960,11.
- S&P 500 anjlok 1,74% ke posisi 6.477,16.
- Nasdaq Composite terperosok 2,38% ke level 21.408,08.
Bursa saham utama Eropa tadi malam menghentikan reli tiga hari, ditutup melemah akibat meredupnya harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah. Sentimen negatif dipicu penolakan Iran terhadap proposal damai AS yang dinilai tidak adil. Konflik berkepanjangan diperkirakan akan menekan pasokan energi dan memperburuk inflasi di Eropa. Imbal hasil obligasi naik menekan pasar saham. Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB meningkat.
Indeks STOXX 600 merosot 1,13% ke 580,84, dipimpin kejatuhan sektor industri dan perbankan ( masing-masing -2,0%). Perusahaan tambang Boliden rontok 20%. Harga minyak juga menekan sektor penerbangan, Lufthansa melorot 1%. Peritel fesyen Polandia LPP melejit 12,7%, Next Inggris melompat 4,2%, sementara H&M Swedia anjlok 2,2%. Perusahaan layanan pembayaran Edenred terpuruk 17,2%.
- DAX Jerman anjlok 1,50% ke level 22.612,97.
- FTSE 100 Inggris merosot 1,33% ke 9.972,17.
- CAC Prancis melorot 0,98% ke posisi 7.769,31.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Pernyataan keras AS dan Iran meredam harapan damai, menegaskan peluang kesepakatan masih jauh. Kekhawatiran geopolitik dan inflasi terus membayangi pasar. Klaim pengangguran baru Amerika naik tipis minggu lalu, memberi ruang The Fed menahan suku bunga lebih lama.
Permintaan aset safe-haven meningkat di tengah gangguan energi global dan ketidakpastian geopolitik. Ekspektasi kebijakan global cenderung hawkish, dengan peluang kenaikan suku bunga di Eropa dan Inggris. Euro, poundsterling, dan yen melemah terhadap greenback . Dolar juga menguat terhadap yuan China. Indeks dolar (DXY) naik 0,35% menjadi 99,97.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1539 | 0.00 | 0.10% | 7:20 PM |
Yen (USD-JPY) | 159.66 | 0.15 | 0.09% | 7:20 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3338 | 0.00 | 0.06% | 7:20 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,904 | 7.00 | 0.04% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.9132 | 0.01 | 0.16% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 26/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak tajam, karena memudarnya harapan berakhirnya konflik Timur Tengah. Ketidakpastian diplomasi AS-Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Pasar semakin cemas setelah rencana pengerahan pasukan AS dan ancaman serangan di jalur Laut Merah. Sejak perang dimulai, harga Brent dan WTI melambung sekitar 50% dan 41%.
Ketidakjelasan arah diplomasi memicu kebingungan di pasar. Washington mengonfirmasi telah mengirimkan daftar "15 poin tindakan" kepada Iran sebagai dasar negosiasi. Namun Teheran menyatakan proposal tersebut "sepihak dan tidak adil". Namun terdapat tanda-tanda terbatas bahwa arus minyak mulai kembali bergerak. Trump mengatakan Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk iktikad baik.
- Harga Brent berjangka melesat 5,7% ke USD108,01 per barel.
- Harga WTI berjangka melompat 4,6% ke USD94,48 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menurun tajam, terpukul penguatan dolar AS dan kekhawatiran suku bunga tetap tinggi. Lonjakan harga minyak meningkatkan risiko inflasi dan meredam minat pada emas. Emas cenderung kehilangan daya tarik dalam lingkungan suku bunga tinggi. Sejak konflik Timur Tengah dimulai, harga emas telah merosot sekitar 17%. Kebutuhan likuiditas mendorong aksi jual emas.
Pelaku pasar terus menilai peluang tercapainya gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah. Analis menilai, jika konflik terus berlanjut, harga emas berpotensi jatuh ke bawah USD4.000 per ounce. Harga logam mulia lainnya juga tertekan; harga perak ambles 5% ke USD67,71 per ounce, platinum terperosok 4,2% ke USD1.839,67, dan paladium terpangkas 5% ke USD1.352,82.
- Harga emas di pasar spot anjlok 2,7% ke USD4.384 per ounce.
- Harga emas berjangka AS drop 3,9% ke USD4.376,3 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)
powered by: IPOTNEWS.COM