- IDXTECHNO menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam, anjlok 2,95 persen, tertekan yang kembali ARB 13,95 persen ke level 37.
- IDXCYCLIC turun 1,32 persen dan IDXPROPERT melemah 1,02 persen, sementara sejumlah saham seperti , dan juga ARB.
- Tiga Indeks sektoral menguat, dipimpin IDXINFRA naik 0,34 persen, disusul IDXNONCYC 0,22 persen dan IDXINDUST 0,19 persen.
Ipotnews - Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penurunan paling dalam pada penutupan Sesi I perdagangan Selasa (29/9), yakni anjlok 2,95 persen, ketika Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menurun 0,21 persen ke level 6.135.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , tekanan IDXTECHNO hingga anjlok 2,95 persen terutama tercermin dari saham yang tersungkur 13,95 persen ke level 37 atau menyentuh batas auto-rejection bawah (ARB). Pada perdagangan kemarin, emiten teknologi ini juga mengalami ARB atau ambles 14 persen ke level 43 dari posisi 50.
merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp42,2 triliun. Sementara itu, memiliki market cap terbesar di sektor ini Rp471 triliun, harga sahamnya stagnan di level 198.000. Saham yang mencatatkan koreksi terdalam di sektor ini adalah dan diikuti yang juga ARB (-13,95%).
Setelah IDXTECHNO, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menjadi indeks dengan penurunan terdalam berikutnya, yakni melorot 1,32 persen. Tekanan tercermin dari saham sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini Rp43,8 triliun, yang harga sahamnya anjlok 14,38 persen ke level 262 atau menyentuh ARB.
Selain , sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp33 triliun, harga sahamnya terpantau melemah 1,95 persen ke level 755. Adapun dua saham yang mencatatkan pelemahan paling besar di sektor ini juga dialami dan disusul yang juga mengalami ARB (-13,95%).
Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) tercatat melorot 1,02 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham yang mengalami ARB (-13,95%) dan juga mencatatkan ARB (-13,95%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) merosot 0,67 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada (-7,1%) dan (-4,7%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 0,57 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-12,5%) dan (-12,5%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) menurun 0,52 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-13,95%) dan juga ARB (-9,8%).
Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,15 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada dua saham MNC Group, yakni yang mengalami ARB (-13,95%) dan juga ARB (-13,95%). Kemudian indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah terbatas 0,13 persen, dengan pelemahan terbesar dialami saham yang mencatatkan ARB (-14,6%) dan (-11,6%).
Pada sisi lain, tiga indeks sektoral berhasil menguat. Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 0,19 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham yang mengalami ARA (+24,8%) dan (+10%). Lalu disusul indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 0,22 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada (+14,3%) dan (+5,6%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatatkan penguatan paling tinggi di antara 11 indeks sektoral, yakni meningkat 0,34 persen. Penguatan indeks sektor infrastruktur antara lain ditopang sebagai emiten pemilik market cap Rp219 triliun, yang harga sahamnya mampu berbalik menguat 1,1 persen ke level 4.600.
Sementara itu, yang merupakan konstituen IDXINFRA dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp75,7 triliun, harga sahamnya melejit 4,91 persen ke level 2.350. Adapun dua saham yang mengalami kenaikan harga paling tinggi di IDXINFRA juga dicatatkan dan diikuti (+4,7%).
(Budi/AI)
Sumber : admin
powered by: IPOTNEWS.COM