Saham Bank Terpukul Lonjakan Yield, Bursa Eropa Jatuh ke Level Terendah 3 Bulan
Friday, October 02, 2026       03:29 WIB
  • STOXX 600 turun 1,3%, tertekan saham bank yang anjlok 3,7%.
  • FTSE 100, DAX, dan CAC 40 masing-masing melemah 1,68%, 1,03%, dan 1,62%.
  • Investor mencermati inflasi dan prospek suku bunga tinggi.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mengawali kuartal terakhir tahun ini dengan kinerja suram pada Kamis, setelah saham perbankan anjlok dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah global melejit ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 1,3% atau 8,24 poin menjadi 626,65, mencatat penurunan harian terbesar dalam tiga pekan sekaligus menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (1/10) atau Jumat (2/10) dini hari WIB.
Hampir seluruh subsektor di bursa Eropa berakhir di zona merah. Sektor perbankan mencatat penurunan harian paling tajam sejak 3 Maret, menyusut 3,7%.
Di Inggris, HSBC dan Barclays masing-masing melorot 4,1%, sementara Lloyds ambles 4,5%. Tekanan terhadap saham bank Inggris meningkat seiring kekhawatiran investor terhadap kondisi keuangan Inggris menjelang penyampaian anggaran pemerintah pada bulan ini. Indeks FTSE 100 Inggris ditutup melemah 1,68% atau 177,73 poin ke posisi 10.428,27.
Lonjakan yield obligasi global dalam beberapa pekan terakhir terjadi ketika investor melepas surat utang pemerintah. Pada saat yang sama, kenaikan tajam biaya energi memicu kekhawatiran terhadap inflasi, sementara pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) memperkuat prospek ekonomi. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa suku bunga dapat bertahan di level tinggi lebih lama.
Suku bunga yang bertahan tinggi meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan pemegang hipotek, sekaligus memperbesar beban pembayaran bunga pemerintah.
Yield obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan zona euro, turun 5,9 basis poin setelah sebelumnya menyentuh 3,6526% pada awal pekan. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juni 2009. Sementara, indeks DAX Jerman kehilangan 1,03% atau 259,84 poin jadi 24.939,35.
Di Prancis, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun justru melesat ke level tertinggi sejak 2002 menjelang pemerintah memaparkan rancangan anggaran 2027. Rancangan tersebut mencakup sejumlah langkah pengetatan anggaran yang tidak populer. Indeks CAC 40 Prancis pun tertekan dan ditutup terkoreksi 1,62% atau 129,20 poin menjadi 7.835,31.
"Masalah yang sedang didiagnosis pasar adalah bahwa meski inflasi dan yield obligasi meningkat, pertumbuhan ekonomi masih relatif kuat di bagian-bagian penting pasar. Ini membuat investor memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang berdampak negatif terhadap saham maupun aset pendapatan tetap," kata Tim Armitage, analis Quilter Cheviot.
Prospek pasar saham masih sangat bergantung pada arah suku bunga. Investor menilai apakah kenaikan biaya pinjaman dan harga energi yang tinggi akan lebih membebani perekonomian dibandingkan tanda-tanda ketahanan ekonomi zona euro.
Narasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama semakin menguat setelah data Rabu menunjukkan inflasi Jerman meningkat sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada September.
Di sisi lain, tingkat pengangguran zona euro berada di 6,4% sepanjang Agustus, sesuai dengan ekspektasi ekonom dalam jajak pendapat  Reuters. 
"Bagi investor, ini mungkin terasa seperti situasi yang tidak nyaman, ketika obligasi dan saham sama-sama mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Namun, ini merupakan risiko jangka pendek dan perekonomian masih bertahan dengan baik menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat," ujar Armitage.
Di pasar komoditas, harga minyak bertahan relatif stabil. Pemulihan ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk dan kenaikan tak terduga persediaan minyak Amerika Serikat meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.
Dari sisi saham individual, Zealand Pharma anjlok 6,1% setelah hasil uji coba obat obesitas survodutide milik Boehringer Ingelheim dirilis.
Sebaliknya, Capgemini melambung 7,3% dan menjadi saham dengan kinerja terbaik di STOXX 600. Kenaikan tersebut terjadi setelah Accenture memberikan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan yang optimistis. Indeks teknologi Eropa secara keseluruhan menguat 0,5%. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM