Saham Teknologi Bangkit, Wall Street Melesat Dipimpin Microsoft dan Sektor Chip
Friday, July 31, 2026       04:35 WIB
  • Wall Street menguat dipimpin reli saham teknologi.
  • Microsoft memicu optimisme terhadap prospek AI.
  • Peluang kenaikan suku bunga the Fed kembali menurun.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat, Kamis, dipimpin reli saham teknologi dan semikonduktor setelah Microsoft merilis proyeksi kinerja di atas ekspektasi pasar. Prospek tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melonjak 1,66% atau 121,48 poin menjadi 7.437,63, Nasdaq Composite Index yang didominasi saham teknologi melambung 2,78% atau 679,23 poin ke posisi 25.122,18, sedangkan Dow Jones Industrial Average melompat 1,19% atau 613,92 poin jadi 52.208,06, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (30/7) atau Jumat (31/7) pagi WIB.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, tujuh di antaranya berakhir di zona hijau. Sektor teknologi menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 5,2%, disusul sektor consumer discretionary yang meningkat 1,6%.
Microsoft menjadi motor utama reli pasar setelah sahamnya melejit lebih dari 15%, menambah kapitalisasi pasar sekitar USD450 miliar, sekaligus menjadi kenaikan nilai pasar harian terbesar yang pernah dicatatkan oleh sebuah perusahaan di Wall Street.
Perusahaan tersebut memberikan proyeksi pendapatan kuartalan dan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) yang melampaui ekspektasi analis. Microsoft juga melaporkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih rendah dari perkiraan dan menyatakan tetap mampu menghasilkan arus kas yang kuat hingga tahun fiskal 2027 yang baru dimulai.
Sepanjang tahun ini, investor cenderung berhati-hati terhadap emiten teknologi berkapitalisasi besar akibat tingginya investasi AI. Laporan arus kas yang mengecewakan dari Alphabet dan Tesla pekan lalu sempat memicu aksi jual saham-saham terkait AI, termasuk sektor semikonduktor, karena muncul kekhawatiran mengenai tingginya valuasi dan besarnya belanja modal.
Sebaliknya, Meta Platforms justru tertekan setelah melaporkan arus kas bebas (free cash flow) kuartal II anjlok 91%, yang mencerminkan besarnya beban pendanaan untuk pembangunan infrastruktur AI.
Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan investor masih terbelah mengenai apakah investasi besar-besaran pada AI akan menghasilkan tingkat pengembalian (return on investment/ROI) yang sepadan.
Menurut dia, Microsoft berhasil membuktikan bahwa investasi AI mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis, sehingga berpotensi keluar dari kelompok saham yang masih diperdebatkan menjadi salah satu emiten AI yang paling dipercaya pasar.
Optimisme tersebut mendorong reli sektor semikonduktor. Indeks PHLX Semiconductor melonjak 8,2%, dipimpin kenaikan saham Micron Technology sebesar 18%, Sandisk meroket 26%, serta Advanced Micro Devices (AMD) menguat 13%.
Sementara itu, saham Amazon naik 3,9% menjelang pengumuman laporan keuangan setelah penutupan perdagangan. Sebaliknya, Apple melorot 1,4%.
Sepanjang tahun ini, kinerja saham Amazon tertinggal dibandingkan pasar secara keseluruhan karena kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI. Di sisi lain, Apple yang relatif lebih konservatif dalam investasi AI baru-baru ini berhasil melampaui Nvidia sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, yakni sekitar USD4,9 triliun.
Pada perdagangan sebelumnya, Wall Street sempat terkoreksi tajam setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya. Pernyataan Chairman Fed Kevin Warsh yang dinilai belum memberikan arah yang jelas mengenai kebijakan suku bunga selanjutnya membuat pelaku pasar diliputi ketidakpastian.
Pasar obligasi juga masih berada di bawah tekanan, dengan imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 30 tahun melesat ke level tertinggi dalam 19 tahun.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini turun menjadi 59%, dari sekitar 82% sepekan sebelumnya.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melambat pada kuartal II. Produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh 1,5% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar 2,1%, seiring pelebaran defisit perdagangan. Di saat yang sama, data terpisah menunjukkan inflasi AS kembali melandai sepanjang Juni.
Di luar kelompok saham teknologi utama, Qualcomm melorot 2,6% setelah memproyeksikan laba kuartal keempat di bawah ekspektasi serta memperkirakan pendapatan dari produk untuk Apple akan menurun lebih cepat dari ekspektasi.
Saham Fair Isaac ambles 17% meski perusahaan menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunan, karena panduan tersebut masih berada di bawah estimasi analis.
Sementara itu, Starbucks menguat 1,6% setelah jaringan kedai kopi terbesar di dunia tersebut menaikkan proyeksi penjualan dan laba untuk tahun buku berjalan.
Menurut data LSEG I/B/E/S, analis memperkirakan laba gabungan emiten anggota S&P 500 pada kuartal kedua melejit sekitar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan saham-saham terkait AI menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut.
Kombinasi prospek laba yang kuat dan koreksi harga saham dalam beberapa waktu terakhir membuat indeks S&P 500 kini diperdagangkan pada valuasi sekitar 20 kali estimasi laba, sedikit di atas rata-rata 10 tahun sebesar 19 kali.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,2 banding satu.
Volume di bursa Wall Street relatif tinggi, dengan 18,0 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,2 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Microsoft Corporation (15,51%)
-Goldman Sachs Group Inc (4,50%)
-Amazon.com Inc (3,90%)
Saham berkinerja terburuk
-Salesforce Inc (-4,06%)
-Johnson & Johnson (-3,66%)
-Travelers Companies (-3,36%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-MarketAxess Holdings Inc (29,45%)
-Micron Technology Inc (18,36%)
-FMC Corporation (18,18%)
Saham berkinerja terburuk
-Fair Isaac Corporation (-17,01%)
-CH Robinson Worldwide Inc (-15,44%)
-LKQ Corporation (-14,36%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Cycurion Inc (496,30%)
-GlucoTrack Inc (170,98%)
-Nuwellis Inc (135,45%)
Saham berkinerja terburuk
-Mangoceuticals Inc (-46,88%)
-Coastal Financial Corp (-43,52%)
-AiRWA Inc (-41,38%)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM