Seluruh Sektor Merah, IHSG Kehilangan 42 Poin ke Level 6.105 Di Awal Transaksi Pagi
Tuesday, September 29, 2026       09:23 WIB
  • IHSG melemah 0,69% ke level 6.105 pada awal perdagangan.
  • Semua sektor berada di zona merah, dipimpin teknologi (-3,57%).
  • Pasar menanti data inflasi PCE AS yang menjadi acuan kebijakan The Fed.

Ipotnews - IHSG pada Selasa (29/9), dibuka melemah di level 6.118, turun 29 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang melanjutkan tren pelemahan dengan turun 1,51 persen ke level 6.147. Pelemahan indeks kemarin disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp259,8 miliar.
Kemudian pada pukul 09.10 WIB, indeks semakin tertekan dengan kehilangan 0,69 persen atau 42 poin ke level 6.105. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.126 dan terendah di level 6.070 yang konsisten di zona merah.
Sebanyak 149 emiten yang bergerak menguat, 479 emiten melemah dan 335 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 211,8 ribu kali dengan nilai Rp1,78 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10.736 triliun.
Seluruh sektor melemah yaitu sektor konsumer primer -1,71 persen menjadi 902, kesehatan -0,53 persen menjadi 1.418, industri -0,89 persen menjadi 1.590, properti -1,06 persen menjadi 746, infrastruktur -0,89 persen menjadi 1.699.
Lalu, konsumer non primer -0,60 persen menjadi 672, energi -1,30 persen menjadi 3.127, keuangan -0,20 persen ke level 1.313, teknologi -3,57 persen menjadi 6.024, sektor bahan baku -0,94 persen ke level 1.660 dan sektor transportasi -2,20 persen menjadi 1.714.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Brigita Kinari menjelaskan seluruh indeks utama Wallstreet pada perdagangan terakhirnya melemah imbas kenaikan harga minyak dan masih adanya aksi jual di pasar obligasi pasar AS.
Indeks PCE dari AS yang akan diumumkan esok hari ditunggu pelaku pasar karena biasanya The Fed menjadikan indeks ini sebagai acuan utama untuk menentukan kebijakan suku bunga karena indeks ini berkaitan dengan inflasi.
"Data PCE ini paling diawasi oleh The Fed untuk melihat tren inflasi dalam jangka panjang," kata Brigita dalam ulasannya.
Sementara itu, pergerakan harga komoditas global mencatatkan arah yang bervariasi. Harga minyak mentah menguat 0,98 persen ke level USD93,3 per barel. Sebaliknya, harga emas terkoreksi 3,76 persen ke posisi USD4.122,9 per troy ounce, dan harga batu bara mengalami penguatab sebesar 1,56 persen ke level USD145 per ton.
Untuk trading hari ini, Brigita merekomendasikan saham dengan strategi buy pada area 11.625 dan target 12.900 dan stop loss 11.000. Selain itu, saham direkomendasikan buy on pullback di level 6.175-6.200 dengan target 6.425 dan stop loss 6.100. Sementara disarankan buy on breakout di level 4.400 dengan target 4.600 dan stop loss 4.320.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM