Aliran Aksi Jual Terhenti, Wall Street Kembali ke Teritori Positif
Thursday, September 15, 2022       04:34 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street mengakhiri sesi yang tanpa arah di zona hijau, Rabu, karena laporan inflasi yang sesuai target sebagian besar menghambat aliran aksi jual pada sesi Selasa dan investor menekan tombol "jeda".
Ketiga indeks utama Wall Street terlihat goyah sepanjang hari, tetapi akhirnya berakhir di wilayah positif. Ketiganya gagal memulihkan kerugian yang berarti dalam pembantaian sesi Selasa, yang mencatat persentase penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun, demikian laporan  Reuters,  di New York, Rabu (14/9) atau Kamis (15/9) pagi WIB.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 30,12 poin, atau 0,1%, menjadi 31.135,09, S&P 500 menguat 13,32 poin, atau 0,34%, menjadi 3.946,01 dan Nasdaq Composite Index bertambah 86,10 poin, atau 0,74%, menjadi 11.719,68.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan saham energi memimpin kenaikan dengan bantuan dari kenaikan harga minyak mentah karena kekhawatiran pasokan.
"Hari ini (Rabu) adalah hari yang menyenangkan, setelah mengalami pukulan kemarin," kata Ryan Detrick, Chief Market Strategist Carson Group di Omaha, Nebraska. "Ini adalah hari istirahat dan itu adalah tanda selamat datang."
Data indeks harga produsen (PPI) Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mendarat dekat dengan perkiraan konsensus dan memberikan sejumlah bantuan setelah data IHK (indeks harga konsumen) yang mengguncang pasar, Selasa, yang tercatat lebih panas dari ekspektasi.
"Perdebatan inflasi berlanjut dan kemarin adalah pengingat yang keras bahwa ini adalah pertempuran yang sulit dan The Fed harus tetap agresif untuk membatasi harga inflasi yang meluas yang kita lihat," papar Detrick.
Laporan PPI tersebut menawarkan jaminan bahwa inflasi memang pada lintasan yang lambat dan menurun.
Tetapi masih ada jalan panjang sebelum mendekati target inflasi tahunan rata-rata 2% yang dipatok Federal Reserve, dan kendati pasar keuangan telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan FOMC minggu depan, mereka melihat kemungkinan 22% dari kenaikan 100 basis poin, menurut alat FedWatch CME.
Imbal hasil US Treasury dua tahun, yang mencerminkan ekspektasi suku bunga, memperpanjang kenaikan Selasa.
Ukuran dan durasi kenaikan suku bunga lebih lanjut ke depan membuat banyak pengamat pasar khawatir atas efek tertinggal dari fase pengetatan The Fed, dengan beberapa melihat resesi sebagai hal yang tidak dapat dihindari.
Sektor transportasi, yang dilihat sebagai barometer kesehatan ekonomi dan memberikan gambaran sekilas tentang sisi penawaran dari gambaran inflasi, terbebani oleh saham kereta api dalam menghadapi potensi aksi mogok kerja.
"Apakah Gedung Putih benar-benar ingin rel ditutup dan berdampak lebih besar pada rantai pasokan, kurang dari dua bulan sebelum pemilu paruh waktu?" tanya Detrik. "Kami optimistis mereka bisa tetap mengoperasikan kereta."
Operator kereta api Union Pacific, Norfolk Southern dan CSX Corp masing-masing kehilangan 3,7%, 2,2% dan 1,0%, bahkan ketika Menteri Tenaga Kerja Marty Walsh bertemu dengan perwakilan serikat pekerja di Washington dalam pembicaraan yang bertujuan untuk mencegah terhentinya operasional kereta api.
Saham Starbucks Corp melambung 5,5% setelah perusahaan menaikkan prospek laba tiga tahun dan penjualannya.
Tesla Inc bangkit kembali dari kejatuhan Selasa, melesat 3,6% pada hari yang sama Presiden Joe Biden mengumumkan anggaran USD900 juta dalam pendanaan bagi stasiun pengisian kendaraan listrik.
Volume di bursa Wall Street tercatat 10,90 miliar saham, dibandingkan rata-rata 10,33 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Sunday, Nov 27, 2022 - 11:18 WIB
Selama Sepekan, Nilai Transaksi Harian BEI Anjlok 16,2% Jadi Rp10,4 Triliun
Sunday, Nov 27, 2022 - 10:21 WIB
Perlambatan Global Terutama Berdampak pada Ekspor dan Harga Komoditas … Krisis Energi Menguntungkan Indonesia - Ashmore
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:59 WIB
Kinerja Keuangan BSSR 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:55 WIB
Kinerja Keuangan HADE 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:51 WIB
Kinerja Keuangan ARII 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:47 WIB
Kinerja Keuangan INPP 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:44 WIB
Kinerja Keuangan RAJA 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:40 WIB
Kinerja Keuangan GSMF 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:39 WIB
Kinerja Keuangan BTEL 3Q 2022
Sunday, Nov 27, 2022 - 08:10 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham BBYB