BI Disarankan Pangkas Suku Bunga Agar Neraca Perdagangan Membaik
Thursday, May 16, 2019       13:28 WIB

Ipotnews - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, kembali mendesak Bank Indonesia (BI) untuk segera menurunkan tingkat suku bunga acuannya (BI 7 Day Reserve Repo Rate / BI-7 DRRR ).
Sebab faktanya suku bunga yang tinggi terbukti mengakibatkan neraca perdagangan nasional defisit paling parah.
Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis defisit neraca dagang tekor besar hingga USD2,50 miliar pada April 2019. Oleh sebab itu melalui mekanisme internal dengan menurunkan suku bunga diharapkan neraca perdagangan dapat membaik kedepannya.
"Harapanya BI turunkan suku bunga acuan. Ruang penurunan bunga acuan masih terbuka meski ada tekanan eksternal dan internal yang meningkat," ujar Bhima di Jakarta, Kamis (16/5).
Terkait dengan level penurunan suku bunga BI 7 DRRR , Bhima berharap dapat dimulai sebanyak 25 basis poin (bps). Selanjutnya apabila ruang masih memungkinkan dapat dilakukan penurunan lagi secara bertahap. Dikatakannya penurunan suku bunga acuan diperlukan untuk menstimulasi sektor riil.
Menurut Bhima penurunan suku bunga akan menjadi angin segar sehingga tekanan bisa mereda. Daya saing pun diharapkan terdongkrak karena biaya pinjaman (cost of borrowing) menurun. Dengan suku bunga acuan yang tinggi, dipastikan eksportir akan tertekan lantaran biaya produksi meningkat sementara permintaan global cenderung melemah.
"Jadi kita tunggu apakah BI bernyali menurunkan suku bunga sebagai langkah preemptives dan ahead the curves," tandasnya.
(Marjudin)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM