Bagaimana Cara Membangun Kekayaan Agar Bisa Pensiun Dini?
Friday, September 09, 2022       16:20 WIB

Pensiun dini ( early retirement ) mungkin bukan cita-cita semua orang. Ada orang yang bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukannya jika ia harus pensiun besok. Bagi orang seperti ini, pensiun dini, atau pensiun sebelum wajib untuk berhenti bekerja menurut Undang-Undang, adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran.
Tetapi, menjadi tua dan pensiun, suka atau pun tidak suka, pasti akan terjadi pada setiap orang yang bekerja. Pada orang-orang tertentu, yang hanya mengerjakan hal-hal sederhana yang sama dan diulang-ulang setiap hari, tentunya masa pensiun sangat diharapkan.
Misalnya, seseorang yang hanya bekerja sebagai petugas jaga malam (keamanan), mungkin akan memimpikan bahwa suatu saat dia bisa pensiun dan berhenti dari pekerjaannya yang sama (membosankan) setiap hari.
Bahkan mungkin ada juga yang sudah berpikir bahwa suatu saat dia akan berhenti bekerja (pensiun dini) sebelum mencapai usia pensiunnya menurut Undang-Undang yang berlaku. Satu-satunya hal yang menghambat dia untuk berhenti dari pekerjaannya barangkali hanyalah masalah uang.
Bagi sebagian besar orang yang hanya mengerjakan tugas-tugas klerikal ( manual job ) yang sama setiap hari, masa pensiun adalah saat-saat yang dinantikan. Mungkin karena itulah orang Barat menyebut masa pensiun sebagai era keemasan ( golden age ).
Kita akan membahas alasan-alasan seseorang memilih untuk pensiun dini ( early retirement ) pada kesempatan lain. Sekarang ini kita akan berfokus dulu pada bagaimana caranya untuk mengumpulkan cukup uang supaya dapat pensiun dini, artinya untuk pensiun sebelum waktu (usia) yang diwajibkan menurut undang-undang.
Pertama:
Membangun kekayaan untuk pensiun dini sebenarnya cukup mudah (secara prinsip), walaupun pelaksanaannya terbukti cukup sulit bagi sebagian besar orang . Hanya ada tiga faktor yang terlibat di sini:
  1. Jumlah uang yang disimpan (ditabung) setiap bulan,
  2. Jangka waktu yang tersedia bagi uang tersebut untuk berkembang, dan
  3. Tingkat suku bunga pengembangan uang tersebut.

Kedua:
Ketiga faktor itu, dan pengaruhnya terhadap jumlah uang yang terkumpul, cukup mudah untuk dimengerti. Tetapi kebanyakan orang gagal untuk membangun kekayaan, karena dua hal ini:
  1. Orang gagal menerjemahkan prinsip yang sederhana itu menjadi suatu tindakan nyata yang dapat diwujudkan ( actionable plan ), atau
  2. Orang gagal untuk hidup berdasarkan rencana tersebut ( no action, talks only ).

Ketiga:
Sejatinya, tindakan nyata untuk membangun kekayaan dapat dilakukan hanya dengan dua langkah mudah, yaitu:
  1. Membatasi pengeluaran setiap bulan sehingga selalu berada di bawah penghasilan yang diperoleh, supaya selalu ada dana yang tersisa, dan
  2. Menginvestasikan dengan baik jumlah uang yang tersisa tersebut.

Keempat:
Terakhir, untuk dapat melihat seluruh proses (langkah 1 sampai dengan langkah 3) secara lengkap, dan memahami cara kerja dari setiap proses itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki kecerdasan finansial ( financial intelligence ) yang cukup.
Kecerdasan finansial bukanlah sesuatu yang kita peroleh sejak lahir. Tetapi, kecerdasan finansial dapat dilatih sedikit demi sedikit setiap hari. Untuk itu, penting sekali bagi kita untuk menjadikan edukasi finansial sebagai investasi terbaik bagi diri kita.
Dengan terus mengedukasi diri kita secara finansial setiap hari, kita melatih diri kita untuk membuat keputusan finansial yang semakin baik setiap hari.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

powered by: IPOTNEWS.COM