Bagaimana Caranya Membeli ETF?
Thursday, May 20, 2021       18:29 WIB

Dalam artikel terakhir kita telah membahas tentang " Strategi Investasi Menggunakan ETF: Bagaimana Membangun Portofolio yang Baik ", sehingga sebagian pembaca mungkin telah mengerti bagaimana caranya berinvestasi pada ETF. Artikel ini ditujukan untuk sebagian pembaca yang belum mengerti cara untuk berinvestasi pada ETF.
Pada dasarnya, ada dua cara untuk membeli ETF, karena unit penyertaan ETF diperdagangkan di dua pasar, yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah pasar dimana unit penyertaan ETF yang baru diciptakan atau unit penyertaan ETF yang lama dihapuskan dari pencatatan.
Pasar sekunder atau Bursa adalah pasar di mana unit penyertaan ETF yang diciptakan di pasar primer tadi diperdagangkan antar sesama pemodal. Lalu, mengapa harus ada dua pasar yang berbeda untuk ETF? Bukankah hanya ada satu pasar untuk unit penyertaan reksadana (konvensional)?
Pasar Primer ETF
Dalam ETF ada dua pasar untuk memperdagangkan unit penyertaan. Pasar primer adalah pasar untuk menciptakan atau menghapuskan unit penyertaan dari pencatatan di Bursa, dan pasar sekunder adalah pasar untuk memperdagangkan unit penyertaan ETF yang telah diciptakan di pasar primer tadi.
Tujuan membuat dua pasar untuk ETF adalah supaya jumlah unit penyertaan ETF yang beredar setiap saat selalu sesuai dengan kebutuhan pasar, artinya sesuai dengan banyaknya permintaan dan penawaran yang ada di pasar. Jika permintaan ( demand ) pasar terlampau tinggi, maka Unit Penyertaan ETF yang baru akan diciptakan, sehingga harga ETF tidak akan naik jauh melebihi nilai wajarnya (di atas harga indeks yang menjadi acuan ETF tersebut).
Sebaliknya, jika penawaran ( supply ) yang terlampau tinggi, maka sebagian Unit Penyertaan ETF yang telah ada akan dihapuskan dari perdagangan, sehingga nilai ETF tidak akan jatuh jauh di bawah nilai wajarnya (di bawah harga indeks yang menjadi acuan ETF tersebut).
Untuk reksadana (konvensional) hanya dikenal satu pasar saja, dan setiap permohonan beli atau pun pemohonan jual harus disampaikan kepada Manajer Investasi paling lambat pada pukul 13.00 WIB. Berbeda dengan ETF (atau reksadana bursa), harga pembelian mau pun harga penjualan kembali reksadana konvensional belum diketahui pada waktu permohonan diajukan.
Reksadana konvensional berbeda dari reksadana bursa (ETF), karena reksadana konvensional tidak diperdagangkan di bursa. Pada reksadana konvensional, permohonan pembelian unit penyertaan dilakukan berdasarkan jumlah Rupiah yang akan diinvestasikan, dan permohonan penjualan kembali unit penyertaan dilakukan berdasarkan jumlah unit penyertaan yang ingin dijual kembali.
Pasar Sekunder ETF
Di samping keunggulan dari segi fleksibilitas dalam hal pembelian dan penjualan unit penyertaan ETF, keunggulan lainnya adalah transparansi portofolio. Kalau portofolio reksadana konvensional hanya dibuka secara terbatas setiap kuartal saja, dan hanya untuk sepuluh macam investasi terbesar saja, untuk ETF portofolionya dibuka setiap hari.
Bahkan untuk ETF di mana Indo Premier Sekuritas menjadi Dealer Partisipan, harga indikasi Nilai Aktiva Bersih (iNAB) dihitung setiap 15 detik sekali. Tujuannya adalah supaya pemodal yang bertransaksi ETF di pasar sekunder dapat mengetahui persis nilai saham-saham dalam portofolio yang menjadi  underlying  ETF tersebut. (Catatan: artikel ini hanya dimaksudkan untuk ETF pasif saja).
Catatan: Mungkin ada di antara pemodal yang merasa tidak masalah dengan transparansi portofolio, selama tujuannya adalah mencapai imbal hasil yang lebih baik dari indeks yang menjadi acuannya, karena Manajer Investasi harus menjaga 'kerahasiaan' portofolionya sehingga tidak didahului ( front run ) oleh orang lain.
Tetapi cobalah melihat imbal hasil reksadana tahun ini. Berapa banyak reksadana yang memberikan imbal hasil di atas indeks acuannya ( outperform )? Bagaimanakah imbal hasil untuk jangka waktu yang lebih panjang? Apakah reksadana yang imbal-hasilnya tahun lalu lebih baik dari indeks, juga hasilnya masih lebih baik untuk lima tahun? Sepuluh tahun?
Pembaca yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknik investasi pasif dapat membaca artikel saya sebelumnya, yang berjudul:  Mengapa Strategi Investasi Pasif Berhasil ?". Di situ saya menguraikan tiga hal yang membuat strategi investasi pasif berhasil, yaitu; 1).Biaya yang rendah, 2).Investasi adalah  zero sum game , dan 3).efisiensi pasar.
Langkah-langkah Untuk Mulai Berinvestasi pada ETF
Di pasar sekunder (bursa), membeli unit penyertaan ETF pada dasarnya sama seperti membeli saham-saham biasa ( common stock ) di bursa. Pemodal dapat membeli unit penyertaan ETF melalui perusahaan pialang (pedagang perantara efek) mana saja (kami anjurkan pialang  on-line  karena lebih murah).
Langkah-langkah untuk mulai berinvestasi pada ETF adalah: 1) Membuka Rekening Efek, 2) Memilih ETF yang cocok, dan (3) Biarkan ETF untuk bekerja (jangan terpengaruh untuk sering melakukan jual atau beli unit penyertaan ETF, karena ETF pada dasarnya adalah reksadana yang telah terdiversifikasi dan indeks akan di- rebalancing  secara berkala oleh pembuat indeks tersebut).
Khusus untuk pemodal 'besar' yang membeli unit penyertaan ETF di pasar primer, prosedurnya tetap sama seperti pemodal 'ritel' yang membeli ETF di pasar sekunder, tetapi Unit Penyertaan ETF hanya dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai Dealer Partisipan untuk ETF tersebut.
Dealer Partisipan adalah perusahaan sekuritas yang telah menandatangani perjanjian dengan Manajer Investasi ETF dan Bank Kustodian ETF untuk membantu menciptakan atau menghapuskan ETF jika diminta oleh pemodal.
Dealer Partisipan dibutuhkan dalam proses pembelian (penciptaan) ETF dan proses penghapusan pencatatan ETF karena pembelian unit penyertaan ETF tidak dibayar dengan tunai, tetapi dilakukan secara  in-kind , artinya pembayaran atas unit penyertaan ETF dilakukan dengan sekeranjang saham-saham (atau obligasi-obligasi) bernilai sama, yang ditentukan setiap hari oleh Manajer Investasi di dalam PCF ( Portfolio Composition File ).
Demikian pula sebaliknya, pemodal di pasar primer yang menjual kembali unit penyertaannya di pasar primer kepada Manajer Investasi akan 'dibayar' secara  in-kind  dengan sekeranjang saham-saham sesuai PCF ( Portfolio Composition File ) yang berlaku hari itu.
Transaksi pembelian (penciptaan) ETF atau penghapusan dari perdagangan ETF dilakukan tidak untuk setiap jumlah yang diminta oleh pemodal, tetapi harus dalam jumlah yang disebut 'unit kreasi' atau kelipatan dari padanya yang ditentukan dalam Prospektus ETF. Satu unit kreasi biasanya adalah 100.000 unit penyertaan. Sementara 1 lot adalah 100 unit penyertaan.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : IPS

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Saturday, Sep 25, 2021 - 11:08 WIB
Jam Perdagangan Bursa Saham selama Pandemi
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:46 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of KAEF
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:42 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of MPPA
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:38 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of LABA
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:33 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of MARI
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:28 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of LMAS
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:22 WIB
Financial Statements 2Q 2021 of FISH
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:04 WIB
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Jasa Logistik dari Vale Indonesia
Saturday, Sep 25, 2021 - 09:03 WIB
RI Masuk 10 Besar Negara Vaksinasi Covid-19 Terbanyak di Dunia
Saturday, Sep 25, 2021 - 08:54 WIB
Pasokan Terganggu dan Ketat, Harga Minyak Menjulang Naik