Saturday, April 16, 2016       14:20 WIB
Bijak Mengelola Bonus
Oleh : Ratih Nurmalasari

Salah satu momen yang sangat ditunggu oleh karyawan di bulan-bulan awal tahun yang baru adalah datangnya bonus. Bonus merupakan penghasilan tambahan yang sifatnya tidak rutin. Jumlahnya pun bisa bervariasi, tergantung dari performa kerja, keuntungan usaha atau bisnis, dan faktor-faktor lain.

Ibarat pisau bermata dua, bonus bisa mendatangkan hal positif maupun negatif bagi keuangan pribadi Anda, tergantung dari bagaimana Anda mengelola bonus tersebut. Nah, apa saja yang musti diprioritaskan ketika menerima bonus? Yuk, simak ulasan berikut!

1.Pembayaran Zakat
Dalam setiap rezeki yang kita terima, pasti ada hak orang lain di dalamnya. Bagi Anda yang muslim, jangan lupa membayar zakat dari bonus yang diterima. Selain itu, jika harta kekayaan atau maal yang dimiliki sudah mencapai nishab dan haul, harus dibayarkan pula zakat maal-nya dan ini bisa diambil dari bonus.

2.Lunasi Utang Konsumtif
Utang konsumtif merupakan utang atas pembelian barang/jasa yang nilainya terus turun sepanjang masa manfaat barang/jasa tersebut dengan masa jatuh tempo yang pendek dan tingkat suku bunga yang tinggi. Contoh utang konsumtif adalah utang kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dll.Jika Anda masih memiliki utang konsumtif, sebaiknya gunakan bonus yang diterima untuk melunasi utang ini. Percuma Anda tempatkan bonus di rekening tabungan hanya karena merasa sayang dengan bonus tersebut, sementara Anda harus membayar bunga yang tinggi atas utang konsumtif Anda. Ingat bahwa suku bunga tabungan saat ini paling tinggi adalah 2% per tahun, sedangkan tingkat suku bunga efektif utang konsumtif, seperti kartu kredit, bisa mencapai 41,75% per tahun.

3.Membayar Kebutuhan Tidak Rutin
Kebutuhan tidak rutin, seperti zakat, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, premi asuransi tahunan, uang sekolah tahunan anak, dll, bisa dialokasikan dari bonus. Anda bisa membuat satu rekening khusus untuk memarkirkan sebagian dana bonus yang akan digunakan untuk membayarkan pengeluaran tidak rutin tersebut. Dengan demikian, Anda tidak perlu pusing untuk mengalokasikan penghasilan rutin bulanan untuk kebutuhan yang tidak rutin.

4.Membentuk Dana Darurat
Dana Darurat merupakan dana yang khusus dialokasikan sebagai bantalan apabila terjadi musibah atau keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan, kondisi sakit yang tidak terproteksi oleh asuransi, kerusakan properti rumah, dll. Dana Darurat menjadi pondasi yang sangat penting dalam menjaga kesehatan keuangan pribadi ataupun rumah tangga. Dana Darurat ini harus disimpan dalam bentuk likuid dan mudah diakses menjadi uang tunai.
Setiap orang sebaiknya memiliki Dana Darurat minimal sebesar 3-4 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak jumlah tanggungan, semakin besar properti yang dimiliki dan adanya kebutuhan-kebutuhan khusus lain akan sangat mempengaruhi kebutuhan ideal Dana Darurat yang harus tersedia.
Jika Dana Darurat saat ini masih belum mencapai jumlah ideal atau sama sekali belum ada, gunakan bonus untuk membentuk Dana Darurat. Anda akan terkejut bagaimana Dana Darurat ini akan sangat membantu keuangan Anda di masa depan.

5.Menambah Investasi untuk Tujuan Keuangan
Bonus bisa digunakan untuk menambah pundi-pundi investasi untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Apabila selama setahun lalu, target dana dari tujuan keuangan yang dimiliki belum tercapai, Anda bisa mengambil sebagian bonus untuk menutupnya.
Apabila Anda bingung untuk tujuan keuangan apa Anda harus berinvestasi, maka jadikan Dana Pensiun sebagai tujuan berinvestasi. Meskipun bisa dihitung secara matematis keuangan, faktanya, kebutuhan dana hari tua tidak akan pernah cukup. Jadi, selagi ada tambahan penghasilan, gunakanlah secara bijak demi kehidupan hari tua yang bahagia dan sejahtera. Bagi Anda yang memiliki anak, gunakan bonus ini untuk menambah investasi untuk Dana Pendidikan, selain Dana Pensiun.
Untuk memilih instrumen investasi yang tepat, Anda harus paham kapan dana yang diinvestasikan akan digunakan dan bagaimana profil risiko Anda sebagai investor. Sebagai contoh, Anda berencana untuk investasi Dana Pensiun dimana masa pensiun Anda 15 tahun dari sekarang dan Anda merupakan tipe investor yang moderat, maka beberapa instrumen yang bisa dipilih antara lain reksadana campuran dengan mayoritas aset dasar berupa saham atau reksadana saham yang fokus di saham-saham berkapitalisasi besar. Namun, jika Anda adalah tipe investor yang agresif, maka Anda bisa menggunakan reksadana saham, baik yang fokus di saham-saham berkapitalisasi besar maupun saham-saham berkapitalisasi kecil hingga sedang.

6.Take Your Reward!
Bonus yang diterima merupakan hasil kerja keras Anda selama setahun lalu. Take your reward! Gunakan untuk berlibur bersama orang-orang yang Anda sayangi, menjalankan hobi, atau sekadar membeli barang yang sudah lama Anda idam-idamkan. Namun ingat, jangan sampai Anda malah membuat utang baru dengan rencana-rencana cantik ini, ya?





Sumber : ZAPFINANCE.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM

Back To:
 Previous Page  General News