Bursa Ekuitas Eropa Variatif: Inggris dan Jerman Positif, Prancis Tergelincir
Friday, March 29, 2019       03:45 WIB

Ipotnews - Ekuitas Eropa rata-rata ditransaksikan sedikit lebih rendah, Kamis, karena kekhawatiran pertumbuhan mengimbangi kenaikan substansial pada perkembangan negosiasi perdagangan Amerika Serikat-China.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 melayang di sekitar garis datar pada perdagangan petang, ditutup melemah 0,12 persen atau 0,44 poin menjadi 376,84, demikian laporan   CNBC  , Kamis (28/3) atau Jumat (29/3) dini hari WIB.
Pasar regional utama berakhir variatif, dengan indeks FTSE 100 Inggris mencatatkan penguatan 0,56 persen atau 40,14 poin menjadi 7.234,33, dan DAX Jerman naik tipis 9,12 poin atau 0,08 persen menjadi 11.428,16, sedangkan CAC 40 Prancis menyusut 0,09 persen atau 4,70 poin menjadi 5.296,54.
Investor memantau berita kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-China. Laporan  Reuters  mengatakan China menawarkan proposal yang "belum pernah terjadi sebelumnya" untuk menghilangkan kekhawatiran AS terkait transfer teknologi yang dipaksakan. Para pejabat dari kedua negara bertemu untuk putaran terbaru perundingan perdagangan, Kamis.
Tetapi ekuitas berada di bawah tekanan di tengah kegelisahan atas perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pasar obligasi dalam sepekan terakhir mengisyaratkan resesi AS mungkin akan datang, dengan imbal hasil US Treasury 10-tahun turun di bawah  yield  obligasi 3 bulan, dalam apa yang dikenal sebagai inversi kurva imbal hasil.
Melihat saham individu, Evotec naik di dekat bagian atas  benchmark  pan-Eropa setelah memberikan prospek positif untuk 2019. Perusahaan bioteknologi itu mengatakan melihat laba yang disesuaikan meningkat 10 persen tahun ini. Sahamnya melonjak 3,49 persen.
Perombakan direksi pada emiten pengiriman  online,  Ocado Group, disambut positif oleh investor. John Martin dan Claudia Arnery akan bergabung mulai Juni tahun ini. Saham Ocado melambung 5,44 persen.
Saham Bayer jatuh setelah dewan juri AS mengatakan raksasa obat-obatan itu harus membayar penggugat senilai USD80 juta setelah menuduh pembunuh gulmanya yang berbasis glifosat, Roundup, menyebabkan kanker. Saham Bayer turun lebih dari 1 persen tetapi mengupas hampir semua kerugian pada penutupan.
Swedbank adalah salah satu pencetak penurunan terbesar ketika bank tersebut menghadapi penyelidikan atas dugaan pencucian uang. Swedbank memecat CEO Birgitte Bonnesen, Kamis pagi. Sahamnya anjlok 7,78 persen.
Kembali ke Eropa, nasib Brexit tampak tidak pasti seperti sebelumnya. Perdana Menteri Inggris Theresa May menawarkan untuk mengundurkan diri jika kesepakatan penarikannya yang ditolak dua kali akhirnya disahkan Parlemen, dalam suatu langkah yang gagal mengesankan beberapa  Brexiteers  garis keras dan partai DUP Irlandia Utara.
Sementara itu, anggota parlemen Inggris memberikan suara pada sejumlah alternatif Brexit, tidak ada yang mendapatkan dukungan mayoritas, menghasilkan keraguan lebih lanjut apakah Inggris akan berhasil memecahkan kebuntuan untuk mendapatkan perjanjian Brexit yang disepakati Parlemen. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM