Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Mixed, IHSG Tertekan Ada Peluang Rebuond
Tuesday, May 21, 2024       08:30 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (21/5), dibuka mixed, setelah mengalami kenaikan tujuh hari, melanjutkan pergerakan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bervariasi cenderung menguat.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%. Indeks berlanjut menyusut 0,18% menjadi 7.849,3 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi , Korea Selatan dibuka turun 0,37%, dan Kosdaq cenderung mendatar. Kospi berlanjut melorot 0,52%
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,28% (108,5 poin) menjadi 39.178,18, setelah dibuka meningkat 0,53% dan Topix naik 0,35%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,83% (-162,55 poin) ke level 19.473,67 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,2% menjadi 3.164,68.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan bergerak cenderung melemah terbatas, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemrin dengan terkoreksi 069% menjadi 7.266. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,92% ke level USD20,90.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan cenderungmelemah, dengan sedikit peluang  rebound , di tengah penurunan volume traksaksi menjelang libur panjang akhir pekan. Secara teknikal, posisi IHSG aat ini dapat berjalan pada dua skenario dan sekaligus menguji area gap 7.230 dan 7360.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pergerakan ketiga indeks utama di bursa Wall Street yang ditutup bervariasi dipicu oleh sentimen inflasi AS, sehingga mulai membuka harapan bagi The Fed untuk mulai menurunkan tingkat suku bunga acuan di tahun ini, diprediksi menjadi sentimen positif bagi IHSG hari ini.Dari sisi teknikal, IHSG yang masih bertahan di atas MA50 juga memberikan peluang tambahan bagi IHSG untuk mengalami kenaikan di hari ini.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support 7.240 dan resistance 7.350.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif. Komentar pejabat the Fed, tidak banyak mengubah ekspektasi karena mereka enggan mengatakan bahwa inflasi telah mereda dan beberapa justru menekankan perlunya kehati-hatian. Investor akan mencermati rilis risalah rapat kebijakan moneter terakhir the Fed, Rabu besok. Pasar memperkirakan peluang 63,3% untuk penurunan suku bunga setidaknya 25 bps pada rapat September, menurut FedWatch Tool CME Group.
Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi, saham teknologi menguat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia. Namun Dow Jones terbebani kejatuhan saham JPMorgan sebesar 4,5%. CEO Jamie Dimon mengatakan "sangat pesimistis", dan perusahaan tidak akan  buy back  saham dengan harga saat ini. Indeks teknologi S&P 500 memimpin penguatan, melonjak 1,32%. Saham Nvidia dan Micron Technology melesat 2,49% dan 2,96%. Indeks semikonduktor PHLX melompat 2,15%. Norwegia Cruise Line melejit 7,56%
  • Nasdaq Composite meningkat 0,65% (108,91 poin) ke posisi 16.794,87.
  • S&P 500 naik tipis 0,09% (4,86 poin) menjadi 5.308,13.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,49% (-196,82 poin)ke 39.806,77.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir sedikit lebih tinggi. Pasar menunggu data terbaru aktivitas bisnis zona euro, yang dapat memberi petunjuk jalur moneter Bank Sentral Eropa. Membatasi kenaikan indeks ekuitas, imbal hasil obligasi zona euro melesat untuk hari kedua. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga ECB sekitar 65 bps pada 2024 menurut LSEG , dari 67 bps pada Jumat.
Indeks STOXX 600 menguat 0,18% menjadi 523,89. Sektor kedirgantaraan dan pertahanan memimpin kenaikan sektoral, melompat 1,9%. Sektor teknologi meningkat 0,8%. Bursa saham Italia anjlok 1,6%. Saham perbankan seperti Banca Popolare di Sondrio dan Banco BPM mencatat penurunan terbesar. Saham Volkswagen anjlok 1,7%. Airbus melonjak 1,2%. Saham sektor pertambangan meningkat sekitar 0,7%, karena harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi.
  • DAX 40 Jerman naik 0,35% (64,54 poin) menjadi 18.768,96.
  • FTSE 100 Inggris naik tipis 0,05% (3,94 poin) di 8.424,20.
  • CAC 40 Prancis juga naik 0,35% (28,47 poin) ke 8.195,97.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Investor menunggu petunjuk jalur suku bunga AS setelah komentar hati-hati para pejabat The Fed bahkan ketika inflasi terlihat mereda. Pasar menunggu beberapa hasil survei ekonomi zona euro, Jerman, Inggris dan AS yang akan dirilis pekan ini. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) menguat 0,11% menjadi USD104,56.
Presiden The Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan bank sentral perlu waktu untuk meyakini bahwa inflasi berada pada jalurnya menuju target 2%. Vice Chairman The Fed Philip Jefferson mengatakan terlalu dini untuk mengatakan perlambatan proses disinflasi baru-baru ini akan bertahan lama. Yen melemah, trader terus waspada terhadap kemungkinan intervensi pemerintah. Euro juga melemah, tapi poundsterling menguat terhadap dolar S.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0861

0.0004

+0.04%

7:16 PM

Yen (USD-JPY)

156.29

0.0300

+0.02%

7:16 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2711

0.0005

+0.04%

7:16 PM

Rupiah (USD-IDR)

15,978

23.000

+0.14%

3:57 AM

Yuan (USD-CNY)

7.2355

0.0112

+0.16%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 20/5/2024 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah mendekati level terendah sejak Maret. Pejabat The Fed mengatakan masih menunggu lebih banyak tanda bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan kembali ke target 2%, sebelum bank sentral mulai memangkas suku bunga. Pasar tampak tidak terpengaruh oleh ketidakpastian politik di Iran setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi menterinya tewas dalam kecelakaan helikopter
Premi yang lebih kecil membuat pengiriman minyak mentah dari/ke Amerika menjadi tidak menguntungkan, sehingga lebih banyak minyak yang harus dikonsumsi atau disimpan. Data menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi meningkat selama dua bulan berturut-turut pada Maret, mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan. Rusia tetap menjadi pemasok minyak utama China pada April selama 12 bulan, dengan volume meningkat 30% dari tahun sebelumnya.
  • Harga Brent berjangka turun 27 sen (-0,3%) ke USD83,71 per barel.
  • Harga WTI berjangka melemah 26 sen (-0,3%) di USD79,80 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup naik ke level tertinggi sepanjang masa. Berbagai faktor mulai dari ekspektasi penurunan suku bunga AS, langkah-langkah stimulus China hingga ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan emas. Emas juga didukung oleh peningkatan kepemilikan di bank sentral China.
Analis memperkirakan emas akan melonjak mendekati USD2.500 dalam jangka pendek karena ada ketakutan akan ketinggalan dalam reli logam kuning. Penghindaran risiko meningkat setelah kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi. Harga logam berharga lainnya; perak di pasar spot melompat 2,2% ke posisi USD32,17 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dalam 11 tahun. Platinum ambles 2,5% ke level USD1.053,43, dan paladium melonjak 2% ke USD1.028,66.
  • Harga emas di pasar spot meningkat 0,9% ke USD2.435,96 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS 0,9% lebih tinggi ke USD2.438,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

powered by: IPOTNEWS.COM