Bursa Siang: Saham Asia Mix Merespons Data Perdagangan Jepang dan Singapura, IHSG Melandai
Wednesday, April 17, 2024       12:44 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak landai saat akhir sesi I pada perdagangan hari Rabu (17/4). IHSG naik tipis 0,05 persen (+3 poin) ke posisi 7.168.
Volume perdagangan mencapai 121,71 juta lot saham yang beralih tangan. Adapun total nilai transaksi sebesar Rp6,16 triliun.
Sektor infrastruktur naik paling kencang sebesar 0,35 persen. Sementara itu sektor saham teknologi paling melemah setelah drop 1,09 persen. Saham membukukan transaksi terbesar mencapai Rp472,16 miliar
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak variatif pada trading hari Rabu (17/4) setelah dilanda aksi jual besar-besaran pada hari Selasa. Hari ini para trader mengamati data perdagangan dari Jepang dan Singapura pada hari Rabu.
Ekspor domestik non-minyak Singapura anjlok 20,7% pada bulan Maret, sangat jauh berbeda dengan penurunan sebesar 7% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Namun, sentimen investor mungkin teredam oleh komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang mengatakan "sejauh ini tidak ada kemajuan lebih lanjut dalam upaya kembali ke sasaran inflasi 2% kami."
Senada dengan pernyataan pejabat bank sentral baru-baru ini, Powell mengindikasikan tingkat kebijakan saat ini kemungkinan besar akan tetap berlaku sampai inflasi mendekati target.
Semalam di AS, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,17%, menghentikan kerugian enam hari, yang diangkat oleh saham UnitedHealth saham. Sebaliknya, Indeks S&P 500 tergelincir 0,21% dan Nasdaq Composite turun 0,12%. Sementara imbal hasil Treasury AS bertenor 2 tahun sempat melonjak di atas 5% menyusul pernyataan Powell.
Ekspor Jepang naik 7,3% YoY di bulan Maret, melambat dari kenaikan 7,8% yang terlihat di bulan Februari. Namun angka tersebut lebih besar dari kenaikan sebesar 7% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Sementara impor ke negara tersebut turun 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kebalikan dari kenaikan 0,5% di bulan Februari. Dengan demikian, surplus perdagangan Jepang naik menjadi 366,5 miliar yen ($2,37 miliar), dibandingkan dengan perkiraan Reuters sebesar 299,9 miliar yen.
Nikkei225 (Jepang) -0,52%
Topix (Jepang) -0,73%
Shanghai Composite (China) +1,13%
Shenzhen Component (China) +1,33%
CSI300 (China) +0,57%
Hang Seng (Hong Kong) -0,16%
Kospi (Korsel) -0,08%
Taiex (Taiwan) +1,51%
S&P/ASX200 (Australia) +0,11%
Currency
USD-JPY ke 154,66/-0,04%
USD-SGD ke 1,3646/-0,03%
AUD-USD ke 0,6406/+0,06%
USD-CNY ke 7,2398/+0,03%
USD-MYR ke 4,7928/-0,06%
USD-THB ke 36,8700/+0,51%
USD-IDR ke 16.244/+0,42%
Oil
Harga minyak memperpanjang penurunan pada perdagangan hari Rabu (17/4) karena kekhawatiran terhadap permintaan global akibat lemahnya momentum ekonomi di Tiongkok. Juga kemungkinan kenaikan stok komersial AS melebihi kekhawatiran pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Minyak Brent berjangka turun 56 sen, atau 0,62%, menjadi $89,46 per barel. Sementara minyak mentah berjangka AS turun 63 sen atau 0,74%, menjadi $84,73 per barel.
(cnbc/reuters/bloomberg)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM