Bursa Sore: Market China Faktor Pelemahan Regional, IHSG Terdesak ke Area Koreksi
Wednesday, July 28, 2021       15:56 WIB

Ipotnews - IHSG bergerak melemah pada akhir perdagangan hari Rabu (28/7) setelah fluktuatif sepanjang sesi. Gerak IHSG tertahan sehingga berkurang 0,14 persen (-9 poin) ke posisi 6.088.
Indeks LQ45 -0,85% ke 830.
Indeks IDX30 -0,91% ke 443.
Indeks IDX80 -0,64% ke 119.
Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,86% ke 533.
Indeks Kompas100 -0,59% ke 1.056.
Indeks Sri Kehati -0,98% ke 312.
Indeks SMInfra18 -1,18% ke 285.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp12,49 triliun. Volume perdagangan sebanyak 189,33 juta lot saham. Investor asing net sell Rp329,76 miliar.
Rupiah bergerak naik tipis 0,03 persen terhadap USD ke kevel Rp14.487 (03.30 PM).
Bursa Asia
Saham Asia tetap bertahan di posisi pelemahan pada perdagangan hari Rabu (28/7). Investor masih terus mencermati badai di pasar saham China.
Pasar saham Asia telah jatuh dalam 3 sesi sebelumnya karena tindakan keras regulator di China mengguncang sektor teknologi, properti dan pendidikan swasta membuat investor global gelisah. Meskipun demikian market saham China berayun bolak balik di awal perdagangan, tidak mengulangi penurunan tajam yang terlihat pada awal pekan ini.
Indeks saham unggulan di bursa China, CSI300 Index berakhir flat setelah sempat fluktuatif saat mengawali hari perdagangan. "China dan the Fed adalah dua hal penting untuk hari ini," ujar Tai Hui, analis dari JP Morgan Asset Management untuk Asia Pasifik.
"Kami masih mencoba untuk mencerna berita dari China yang akan baru adalah bagaimana the Fed melihat putaran terakhir infeksi corona dan apakah mereka perlu menyesuaikan kembali pandangan mereka," ujarnya.
Pasar akan memantau dengan cermat setiap sinyal kapan the Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi pemerintah dan wawasan baru tentang pandangannnya mengenai inflasi serta pertumbuhan ekonomi.
Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong menguat 1,54 persen ke level 25.473. Dalam 2 hari terakhir, Hang Seng tergelincir turun 8 persen dipicu ketakutan regulasi ketat terhadap sektor teknologi dan pendidikan swasta.
Pasar saham China sendiri juga bergerak melemah saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,58 persen ke level3.361. Indeks Shenzhen Component melemah tipis ke posisi 14.086.
Di bursa regional lainnya, Indeks Nikkei 225 di Jepang terkoreksi turun 1,39 persen ke 27.581 dan Indeks Topix drop 0,95 persen ke 1.919. Sementara Indeks Kospi di Korsel melaju naik 0,13 persen ke 3.236.
MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) menguat 0,26 persen. Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia melemah 0,7 persen ke 7.379.
Situasi covid-19 secara regional mungkin juga membebai sentimen investor. Australia memperluas lockdown di wilayahnya sekaligus memperpanjang selama 4 pekan. Korsel melaporkan lonjakan kasus harian tertinggi infeksi virus corona.
Indeks dolar AS turun tipis ke posisi 92,554 dari level sebelumnya di posisi 92,7.
Kurs yen naik ke posisi ke 109,95 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,4.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat ke posisi $0,7343 dari sebelumnya di $0,732.
Bursa Eropa
Market saham Eropa mixed saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (28/7) pagi waktu setempat di tengah maraknya rilis kinerja laba emiten. Di sisi lain para investor wait and see pengumuman kebijakan moneter the Fed.
Indeks DAX (Jerman) -0,13% pada posisi 15.498.
Indeks FTSE (Inggris) +0,06% ke level 7.000.
Indeks CAC (Perancis) +0,27% di posisi 6.549.
Minyak
Harga minyak bertahan menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (28/7) di pasar komoditas Asia setelah data menunjukkan stok minyak USA turun lebih banyak dari perkiraan. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa pertumbuhan demand akan melampaui suplai sekalipun di tengah adanya lonjakan kasus infeksi virus corona.
Minyak WTI naik 0,6 persen ke posisi harga USD72,07 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 0,5 persen ke harga USD74,86 per barel.
(cnbc/idx/reuters)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM

15,900
-0.3 %
-50 %

116

BidLot

1,204

OffLot