Bursa Wall Street Berbalik ke Jalur Positif, Terkatrol Saham Raksasa Teknologi
Friday, October 30, 2020       04:36 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat, Kamis, membalikkan kerugian dari sesi sebelumnya, karena saham raksasa teknologi menguat jelang laporan kinerja kuartalan mereka. Sentimen juga terangkat dari data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.
Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 1,19% atau 39,08 poin menjadi 3.310,11 dan Nasdaq Composite Index melesat 1,64% atau 180,73 poin menjadi 11.185,59, demikian laporan   CNBC ,  di New York, Kamis (29/10) atau Jumat (30/10) pagi WIB.
Dow Jones Industrial Average ditutup 139,16 poin lebih tinggi, atau 0,52%, menjadi 26.659,11. Kamis menandai kenaikan harian pertama bagi Dow dalam lima sesi. S&P 500 mengakhiri kejatuhan tiga hari beruntun.
Saham Amazon dan Apple masing-masing melambung 1,5% dan 3,7%. Alphabet ditutup 3,1% lebih tinggi dan Facebook meroket hampir 5%. Enam dari 11 sektor S&P 500 menguat lebih dari 1%, termasuk jasa teknologi dan komunikasi. Netflix, sementara itu, melonjak lebih dari 5% setelah mengumumkan akan menaikkan harga bagi pelanggan Amerika Serikat.
Amazon dan Alphabet melaporkan laba lebih baik dari perkiraan setelah bel penutupan bersama dengan Facebook. Apple dijadwalkan merilisnya kemudian.
Ekspektasi laba untuk perusahaan Big Tech cukup tinggi mengingat valuasi mereka yang relatif tinggi terhadap pasar yang lebih luas.
"Ekspektasi akan selalu tinggi ketika harga saham Anda mendekati level tertinggi 52 pekan, tetapi itu adalah perusahaan yang berkualitas," kata Nate Fischer, Kepala Strategi Investasi Strategic Wealth Partners.
"Orang-orang selalu membicarakan tentang saham pokok (saham perusahaan yang tidak bersiklus karena memproduksi atau menjual barang atau jasa yang selalu diminati), itu adalah saham pokok internet...Jadi, sulit untuk mengalihkan pandangan kita dari mereka."
Lebih dari 260 perusahaan S&P 500 melaporkan kinerja kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 85% melaporkan laba lebih baik dari perkiraan, menurut Refinitiv. Meski mengalahkan ekspektasi, beberapa perusahaan melihat sahamnya jatuh setelah merilis hasil kuartalan mereka.
Data Makro
Produk domestik bruto Amerika untuk kuartal ketiga meningkat pada kecepatan tahunan 33,1%, pertumbuhan tercepat yang pernah ada. Angka tersebut muncul setelah penurunan 31,4% pada kuartal kedua dan lebih baik dari ekspektasi sejumlah ekonom yang disurvei Dow Jones, yakni 32%.
"Secara keseluruhan, pemulihan awal dalam PDB setelah gelombang pertama penguncian dicabut ternyata lebih kuat dari yang kami perkirakan sebelumnya," kata Paul Ashworth, Kepala Ekonom Capital Economics.
"Tetapi, dengan infeksi virus korona mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir dan stimulus fiskal tambahan tidak mungkin tiba sampai, secepatnya, awal tahun depan, progres lebih lanjut akan jauh lebih lambat."
Sementara itu, jumlah pelapor tunjangan pengangguran pertama kali turun untuk pekan kedua berturut-turut dan mencapai level terendah sejak Maret. Klaim pengangguran mingguan awal Amerika berada di 751.000 untuk pekan yang berakhir hingga 24 Oktober, lebih baik dari perkiraan Dow Jones, yakni 778.000.
Pergerakan Kamis terjadi sehari setelah aksi jual terbesar di pasar dalam beberapa bulan. Pada sesi Rabu, Dow dan S&P 500 sama-sama mengalami hari terburuk sejak Juni. Nasdaq mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 8 September.
Aksi jual itu mencerminkan hari yang sulit bagi pasar Eropa, karena melonjaknya kasus Covid di benua itu mendorong Jerman dan Prancis mengumumkan pembatasan penguncian baru untuk bulan depan.
Rata-rata kasus Covid-19 harian di Amerika mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menandai hari keempat berturut-turut negara tersebut melampaui rekor harian sebelumnya. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM