Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Bangkit Lagi, Logam Kuning Tertekan
Tuesday, October 26, 2021       14:02 WIB

Ipotnews - Harga emas melemah, Selasa, terbebani kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi, ketika investor memperhitungkan kemungkinan respons bank sentral terhadap tekanan inflasi yang meningkat menjelang pertemuan kebijakan pekan ini.
Harga emas di pasar spot turun 0,19% menjadi USD1.804,29 per ounce pada pukul 13.56 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (26/10). Sementara, emas berjangka Amerika Serikat stabil di posisi USD1.806,20 per ounce.
Logam kuning melesat hampir 1%, Senin, ke posisi USD1.809,66 per ounce, hanya sekitar USD4 dari tingkat tertinggi lebih dari satu bulan yang dicapai minggu lalu.
Dolar menguat 0,1%, Selasa, pulih dari penurunan hampir satu bulan selama sesi sebelumnya, mengurangi daya tarik  safe-haven  emas bagi pemegang mata uang lainnya.
"Emas bakal relatif tetap didukung dengan baik di lingkungan inflasi saat ini sampai kita mendapatkan poros  hawkish  yang pasti dari The Fed," ujar Stephen Innes, Managing Partner SPI Asset Management.
"Tetapi jika inflasi bergerak di luar kendali, The Fed dapat menaikkan suku bunga lebih cepat ketimbang ekspektasi, dan itu akan mendinginkan sentimen di pasar emas," tutur Innes, memperingatkan bahwa The Fed juga harus menghadapi kekhawatiran atas pertumbuhan yang lebih lemah, yang dapat membuat mereka enggan untuk melakukan pengetatan secara agresif.
Investor mengalihkan fokus ke pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan Kamis, diikuti pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of England minggu depan. Data PDB Amerika untuk kuartal ketiga juga ada di radar investor.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, meski pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan  opportunity cost  logam kuning yang tidak memberikan bunga.
Di sisi teknikal, emas dapat menguji resistance di level USD1.814 per ounce, penembusan di atas itu dapat menyebabkan kenaikan di USD1.826, menurut analis teknikal  Reuters , Wang Tao.
Harga perak di pasar spot turun 0,4% menjadi USD24,46 per ounce. Platinum melemah 0,6% menjadi USD1.051,11 per ounce dan paladium stabil di posisi USD2.050,46 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM