Dorong kinerja, Darmi Bersaudara (KAYU) berencana lakukan rights issue
Wednesday, November 25, 2020       16:38 WIB

JAKARTA. PT Darmi Bersaudara Tbk () ingin melakukan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atawa  rightsissue . Untuk itu, emiten yang bergerak di bidang perdagangan atau  trading kayu setengah jadi ini berencana meminta persetujuan kepada pemegang saham melalui mekanisme RUPSLB pada akhir bulan Januari 2021 mendatang.
Direktur Independen PT Darmi Bersaudara Tbk, Lie Kurniawan mengungkapkan, perusahaan mengejar target dana sekitar Rp 30 miliar dari rencana  rights issue . "Untuk (rencana) jumlah saham dan harga, masih perlu kami diskusikan dengan sekuritas," tutur Lie saat dihubungi Kontan.co.id usai acara paparan publik Darmi Bersaudara, Rabu (25/11).
Rencananya, dana yang didapat akan digunakan sebagai modal kerja untuk membeli bahan baku dan membeli aset produktif. Ini menjadi salah satu cara perusahaan guna mengejar target kinerja pada tahun depan. Maklum, membidik pertumbuhan kinerja yang cukup signifikan.
Lie bilang, menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 114,66 miliar di tahun 2021. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding target penjualan bersih tahun 2020 yang sebesar Rp 57,76 miliar maupun realisasi penjualan bersih di tahun 2019 yang sebesar Rp 43,73 miliar.
Bersamaan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih perusahaan pada tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 7,45 miliar. Angka ini juga melampaui target laba bersih perusahaan pada tahun ini yang sebesar Rp 708 juta maupun perolehan laba bersih perusahaan di tahun 2019 yang mencapai Rp 3,29 miliar.
Menurut Lie, cukup pede dalam memandang prospek bisnis di tahun 2021, sebab jangkauan area penjualan perusahaan di India terus bertambah seiring beroperasinya kantor perwakilan di negara tersebut. Kantor perwakilan yang berlokasi di Kolkata, India itu, kata Lie, ditunjang oleh gudang yang disewa perusahaan untuk menyimpan pasokan barang.
Dengan demikian, bisa terus memperluas area penjualan ke kota-kota kecil di India yang semula tidak bisa dipenetrasi secara langsung dari Indonesia. Saat ini pun, jumlah pembeli lokal di India sudah bertambah dengan adanya kantor perwakilan tersebut.
"Untuk memanfaatkan situasi ini, perseroan berkeinginan untuk menambah jumlah penjualan ke India, salah satunya melalui jalan  rights issue  untuk menambah modal kerja dan membeli aset produktif," kata Lie.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM

69
-5.5 %
-4 %

3,873

BidLot

2,033

OffLot