Ekuitas Eropa Melesat di Tengah Optimisme Negosiasi China-AS
Thursday, April 04, 2019       03:45 WIB

Ipotnews - Saham Eropa ditutup lebih tinggi, Rabu, karena pelaku pasar mencermati tanda-tanda kemajuan dalam perundingan perdagangan Amerika Serikat dan China.
Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 melonjak 1,01 persen atau 3,89 poin menjadi 388,92, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berakhir di wilayah positif, demikian laporan   CNBC  , Rabu (3/4) atau Kamis (4/4) dini hari WIB.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,37 persen atau 27,16 poin menjadi 7.418,28, DAX Jerman melesat 1,70 persen atau 199,61 poin menjadi 11.954,40, dan CAC 40 Prancis meningkat 0,84 persen (45,44 poin) menjadi 5.468,91.
Saham otomotif dan  basic resources , dengan eksposur yang besar ke China, melambung sekitar 1,6 persen. Itu terjadi saat investor berharap putaran baru perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut bisa mengakhiri perselisihan yang berlarut-larut.
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan memulai kembali perundingan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Washington, Rabu, tak lama setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dari pembicaraan di Beijing pekan lalu.
Melihat saham individu, emiten penyiaran Jerman, ProSiebenSat.1, melejit menuju puncak  benchmark  Eropa, naik hampir 6 persen di tengah spekulasi seputar merger dengan Mediaset Italia. Saham  broadcaster  Italia itu naik hampir 3 persen pada Rabu petang.
Di ujung lainnya, perusahaan rokok Imperial Brands anjlok setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Rabu, memperingatkan bahwa rokok elektronik dapat meningkatkan risiko kejang pada beberapa pengguna. Saham emiten yang melantai di London itu turun 4 persen.
Casino Guichard, Prancis, juga merosot ke bagian bawah indeks, dengan saham merosot 3 persen setelah Moody's memangkas peringkat jangka panjang untuk perusahaan tersebut.
Sementara itu, aktivitas bisnis di zona euro melambat pada Maret, menurut data resmi, Rabu. Euro Zone Composite Final Purchasing Managers Index (PMI) IHS Markit--secara luas dilihat sebagai indikator kesehatan ekonomi secara keseluruhan--berada di posisi 51,6, turun dari 51,9 di Februari.
Drama Brexit
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan akan meminta UE untuk perpanjangan tenggat waktu Brexit guna "memecahkan kebuntuan" di Parlemen.
Berbicara pada Selasa malam, May mengatakan ingin bertemu dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk menyetujui rencana hubungan masa depan Inggris dengan UE.
Jika tidak ada yang disahkan di House of Commons dalam beberapa hari mendatang, ekonomi terbesar kelima di dunia itu ditetapkan untuk meninggalkan blok tersebut tanpa kesepakatan pada 12 April. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru