Emas Bersinar Didorong Pelemahan Dolar dan Harapan Stimulus Amerika
Tuesday, October 20, 2020       03:30 WIB

Ipotnews - Emas menguat sekitar 1%, Senin, karena depresiasi dolar dan ekspektasi untuk kesepakatan stimulus Amerika menjelang pemilihan presiden 3 November mendukung daya tarik  bullion  sebagai lindung nilai inflasi.
Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.906,36 per ounce pada pukul 24.49 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (19/10) atau Selasa (20/10) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup bertambah 0,3% menjadi USD1.911,70 per ounce.
Emas menguat karena tren pelemahan dolar dan "keyakinan bahwa beberapa jenis paket stimulus akan datang dalam 48 jam ke depan," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures di Chicago.
"Orang-orang meyakini kita akan memasuki periode inflasi hingga kuartal berikutnya. Jadi mereka mulai dari awal."
Dolar tergelincir 0,4% versus sekeranjang rivalnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, Minggu, mengatakan perbedaan tetap menjulang dengan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait paket bantuan yang luas, tetapi dia optimistis undang-undang dapat didorong sebelum pemilu.
Emas melambung lebih dari 25% sejauh tahun ini karena investor mencari perlindungan dari pandemi virus korona yang memburuk dan risiko inflasi serta penurunan nilai mata uang ketika bank sentral global memangkas suku bunga dan menggelontorkan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih lanjut mendorong permintaan  safe-haven  untuk emas adalah kekhawatiran seputar pembatasan baru yang disebabkan virus korona di Eropa dan tempat lainnya karena infeksi di seluruh dunia melebihi 40 juta, serta ketidakpastian atas pemilu AS.
Perak melesat 1,3% menjadi USD24,48 per ounce, setelah mencapai level tertinggi hampir satu pekan. Dalam sebuah catatan, Citi memperkirakan harga perak akan meroket ke level USD40 per ounce dalam 12 bulan ke depan, didukung permintaan investor yang berkelanjutan dan pemulihan konsumsi industri selama 2021.
Platinum turun 0,1% menjadi USD858,93 per ounce, sementara paladium naik 0,6% menjadi USD2.345,80 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM