FestiFund 2021: Strategi `Dollar Cost Averaging` Bisa Kurangi Risiko Investasi
Sunday, September 05, 2021       17:26 WIB

Ipotnews - PT Indo Premier Investment Management ( IPIM ) menilai, penerapan strategi Dollar Cost Averaging (DCA)bisa mengurangi risiko investasi jangka panjang.Praktik berinvestasi secara periodik ini akan mampu menciptakan disiplin kepada para investor dalam penempatan dana untuk mencapai target hasil investasi.
"Penerapan strategi DCA setidaknya dilakukan dengan melakukan investasi periodik setiap bulan, sehingga hal ini mampu memecah risiko investasi. Dan, bisa membentuk  building discipline ," kata Head of Product Development IPIM , Bramantya Egin Pratama saat webinar bertajuk "Simulasi: Lump Sum & Dollar Cost Averaging dalam acara FestiFund 2021 yang digelar PT Indo Premier Sekuritas di Jakarta, Minggu (5/9).
Egin menyebutkan, pada dasarnya strategi berinvestasi DSA maupun Lump Sum Investment (LSI) merupakan pilihan bagi para investor jangka menengah dan panjang. Hanya saja, lanjut dia, praktik berinvestasi melalui strategi Lump Sum dilakukan dengan menempatkan modal besar di awal investasi.
Dia menjelaskan, penerapan strategi LSI bisa langsung dengan menempatkan dana besar saat memulai berinvestasi, tetapi untuk mendapatkan hasil optimal harus meyakini bahwa tren market dalam jangka panjang akan terus menguat atau masuk ke market dalam kondisi yang sedang  downtrend. 
Secara historis, ungkap Egin, berinvestasi melalui penerapan strategi LSI terbilang mampu menghasilkan  return  yang tinggi jika mengacu pada instrumen investasi berbasis pada Indeks IDX30 dan Indeks LQ45 yang sejauh ini memiliki pertumbuhan lebih besar. "Tetapi, risiko juga besar pada Lump Sum, karena perlu diingat juga bahwa market bergerak dinamis," imbuhnya.
Sementara itu, Egin menambahkan,praktik berinvestasi melalui strategi DCA akan lebih baik diterapkan oleh investor jangka panjang, karena karakter penempatan modalnya dilakukan secara periodik dengan nilai tertentu yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Strategi DCA lebih cocok bagi investor yang memiliki penghasilan bulanan, sehingga besaran dana investasi bisa konsisten pada nilai yang sama.
"Karena investasi dilakukan secara periodik, maka strategi bagus bagi investor untuk membangun sikap disiplin berinvestasi. Berbeda dengan Lump Sum yang melakukannya sekali di awal investasi, yang misalnya dana investasi berasal dari THR (tunjangan hari raya), bonus tahunan atau rejeki nomplok," tutur Egin.
Selain itu, praktik berinvestasi dengan menerapkan strategi DCA juga bisa memecah risiko investasi ketika market sedang  volatile . Karena adanya disiplin melakukan investasi setiap bulan, ujar Egin, tentunya kenaikan atau penurunan yang terjadi pada bulan tertentu bisa termitigasi atau mampu menekan risiko investasi.
Namun demikian, dia menyampaikan, penentuan untuk memilih strategi berinvestasi tetap harus bergantung pada kondisi yang logis dan kemampuan pada masing-masing investor. "Lakukan yang  make sense  dengan diri sendiri, karena yang melekat pada diri sendiritentunya tidak sama dengan orang lain," kata Egin. (Budi)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM