Habis Boncos, Kimia Farma Targetkan Laba Rp130 M di 2023
Wednesday, May 31, 2023       19:51 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Kimia Farma (Persero) Tbk. ( KAEF ) menargetkan capain laba sebesar Rp130 miliar di tahun 2023. KAEF sebelumnya merugi Rp170 miliar tahun lalu.
Adapun target pendapatan yang ingin digenggam Kimia Farma di tahun 2023 sekitar Rp11 triliun, dari sebelumnya berkisar di angka Rp9,6 triliun di tahun 2022.
Untuk mencapai hal tersebut, Direktur Utama Kimia Farma David Utama mengatakan, pihaknya menggalakkan strategi aliansi dan partnership untuk mendorong pertumbuhan organiknya.
"Untuk mempercepat pengembangan produk, beberapa aliansi dibutuhkan dengan strategic partnership. Dua bulan lalu kita berkunjung ke Korea Selatan dan China. Kita ketemu ke cosmetic, kita follow up untuk beberapa yang bisa membantu kita sehingga pengalaman yang kita punya bisa membantu kita," kata David di tengah paparan publik Kimia Farma, di Jakarta, Rabu, (31/5/2023).
Direktur Portofolio, Produk dan Layanan Jasmine Karsono merincikan, beberapa produk yang dikolaborasikan dengan pihak eksternal adalah obat untuk penyakit tuberculosis. Di dalam negeri, obat Tuberculosis KAEF bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional ( BRIN ).
Sementara di luar negeri dengan Kimia Farma bekerja sama dengan BUMN Farmasi China Sinopharm. Atas kolaborasi itu, Jasmine mengatakan pihaknya baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di minggu ini.
"Kalau di luar negeri, saat ini kita dapat sublisensi obat yang belum keluar paten itu dengan medicine pattent pool, bagian dari PBB. Kimia Farma satu-satunya di indonesia yang dapat lisensi tersebut untuk produk Piravin," ungkap Jasmine dalam kesempatan yang sama.
Sebagai informasi, Kimia Farma mencatat laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non pengendali senilai Rp 24,62 miliar pada kuartal I tahun 2023. Realisasi ini meroket 876,9% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 2,52 miliar.
Sejauh ini, Kimia Farma membukukan pertumbuhan penjualan menjadi Rp 2,30 triliun pada kuartal I Tahun 2023. Hal itu sejalan meningkatnya pendapatan baik dari pasar domestik maupun ekspor.
Realisasi penjualan ekspor Kimia Farma sepanjang Januari 2023 hingga Maret 2023 tumbuh 77% menjadi Rp 33,11 miliar. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh perseroan dipasarkan ke berbagai belahan dunia yakni Asia, Eropa, Australia, Afrika dan Amerika.
Kinerja positif juga tecermin dari kenaikan kontribusi dari penjualan produk over the counter (OTC) dan kosmetik yang meningkat signifikan menjadi Rp 66,46 miliar. Selain itu, kontribusi produk etikal juga meningkat menjadi Rp 774,14 miliar hingga akhir Maret 2023.
Selain itu, beban pokok penjualan perseroan turun secara tahunan pada kuartal I tahun 2023 menjadi Rp 1,44 triliun. Dengan demikian, Kimia Farma mampu membukukan pertumbuhan laba kotor 14% menjadi Rp 858,58 miliar.
(fsd/fsd)

Sumber : www.cnbcindonesia.com

powered by: IPOTNEWS.COM