IA-CEPA Berikan Banyak Manfaat Bagi Ekonomi Indonesia : Kemendag
Sunday, July 12, 2020       12:13 WIB

Ipotnews - Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement / IA- CEPA ) yang telah berlaku 5 Juli 2020 kemarin harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Pasalnya dengan perjanjian tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor.
Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/7). Agus menyampaikan bahwa IA- CEPA memiliki cakupan komitmen yang komprehensif meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, penanaman modal, dan kerja sama ekonomi. Cakupan tersebut memberikan berbagai manfaat bagi perekonomian Indonesia yaitu akses barang dan jasa.
Pada perdagangan barang, IA- CEPA memberikan kemudahan dalam hal tarif bea masuk, Australia mengeliminasi 100 persen atau semua pos tarifnya (6,474 pos tarif) menjadi 0 persen. Sementara Indonesia mengeliminasi 94,6 persen dari seluruh total pos tarif. Sedangkan dalam perdagangan jasa, IA- CEPA memfasilitasi perpindahan orang perseorangan juga pengakuan atas jasa jasa profesional Indonesia.
"Para pelaku usaha dapat memanfaatkan cakupan IA- CEPA yang komprehensif seperti penghapusan tarif bea masuk perdagangan barang, kesempatan yang luas di perdagangan jasa, program-program pengembangan sumber daya manusia, dan peluang investasi dari kedua negara. Semuanya ini diharapkan akan membentuk Indonesia sebagai Economic Powerhouse di kawasan," jelas Agus.
Kemudian, IA- CEPA juga mendorong masuknya Investasi Australia ke Indonesiayang bersifat jangka panjang. Saatini tingkat tabungan di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan untuk investasi. Indonesia membutuhkan investasi dari negara-negara lain termasuk Australia melalui IA- CEPA .
Selanjutnya, melalui IA- CEPA Indonesia akan mendapatkan program - program kerja sama ekonomi yang membawa kapasitas SDM Indonesia menjadi lebih ahli, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan industri. SDM yang unggul akan membuat ekononomi Indonesia kuat.
Sementara itu terkait dengan konsep economic powerhouse merupakan kolaborasi antara Indonesia-Australia dengan memanfaatkan keunggulan negara masing-masing untuk menyasar pasar di kawasan atau di negara ketiga. Seperti, pada industri makanan olahan berbahan dasar daging yang didatangkan dari Australia dan diolah di Indonesia untuk tujuan Timur Tengah.
"Kesemua manfaat ini saling mendukung satu sama lain, dan di sinilah esensi dari IA- CEPA . Bukan hanya soal ekspor barang dan jasa tetapi juga bagaimana perjanjian ini mampu mendorong peningkatan SDM dan daya saing ekonomi Indonesia," tegasnya.
Agus mengungkapkan Indonesia saat ini mengalami defisit perdagangan dengan Australia. Namun, impor Indonesia dari Australia mayoritas merupakan bahan baku dan penolong industri, seperti gandum, batubara, bijih besi, alumunium, seng, gula mentah, susu, dan krim. Produk tersebut digunakan oleh Industri di tanah air untuk proses produksi baik untuk keperluan domestik, maupun tujuan ekspor.
Menurut Mendag, melalui IA- CEPA potensi perdagangan jasa terbuka lebar. Berbeda dengan ekspor barang, untuk eskpor jasa Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Australia
sebesar USD1,8 miliar yang disumbang dari sektor pariwisata. Melalui IA- CEPA ini, diproyeksikan surplus perdagangan jasa lainnya transportasi udara dan laut, komunikasi, perdagangan, jasa keuangan dan asuransi dapat meningkat.
Selain itu, Australia mempunyai daya beli yang tinggi untuk produk-produk Indonesia. Australia memiliki produk domestik bruto (GDP) per kapita tinggi dan daya beli tinggi sebesar USD 57 ribu atau lima belas kali GDP per kapita Indonesia sebesar USD 3893.
"Australia juga memiliki jaringan kerja sama perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dan CEPA yang luas di dunia. Australia memiliki (FTA/CEPA) yang sudah berjalandengan 30 negara sehingga produk Indonesia dapat memanfaatkan Australia sebagai pintu masuk ke pasar Pasifik dan Oceania," pungkasnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM


Berita Terbaru

Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:53 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of UNSP
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:52 WIB
Apexindo Pratama Duta (APEX) khawatirkan rendahnya harga migas
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:52 WIB
NIKL Pangkas Target Kinerja Tahun Ini
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:48 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of PURE
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:43 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of POLI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:39 WIB
LPPF Pangkas Modal Disetor Menjadi Rp280,460 Miliar
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:37 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of POLL
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:34 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TRIL
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:32 WIB
Begini strategi Ever Shine Tex (ESTI) bertahan di tengah pandemi Covid-19
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:29 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TIRA