Industri Baja Dalam Negeri Berkontribusi Signifikan pada Ekonomi Nasional
Monday, July 26, 2021       17:03 WIB

Ipotnews - Industri baja dalam negeri memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional, mulai peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga sumbangsih terhadap nilai ekspornya.
Pada triwulan I tahun 2021, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan menjadi penyumbang terbesar pada penanaman modal di sektor manufaktur.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier mengatakan, realisasi nilai investasi sektor ini mencapai Rp27,9 triliun, atau berkontribusi 12,7 persen dari total realisasi di industri manufaktur.
Pada Januari - Maret 2021, nilai ekspor industri logam dasar tercatat sebesar USD5,87 miliar atau naik 7 persen dibanding capaian di periode yang sama tahun lalu mencapai USD5,48 miliar.
"Artinya, industri baja terus memberikan kontribusi besar bagi penerimaan devisa, terutama dalam proses hilirisasi atau peningkatan nilai tambah bahan baku di dalam negeri," ujar Taufiek dalam keteranganya, Senin (26/7).
Meskipun di tengah hantaman dampak pandemi Covid-19, permintaan terhadap produk baja di pasar ekspor mengalami peningkatan hingga kuartal pertama tahun ini seiring dengan berjalannya kegiatan kontruksi. "Kami juga terus mendorong peningkatan penggunaan produk baja di dalam negeri, karena pembangunan konstruksi di tanah air yang masih terus berjalan," imbuhnya.
Taufiek mengemukakan, hampir seluruh negara mengalami penurunan produksi baja pada tahun 2020 karena dampak pandemi. Namun hal tersebut tidak terjadi di beberapa negara, seperti China yang produksinya justru naik 5,2 persen, Turki meningkat 6 persen, Iran bertambah 13 persen, dan Indonesia mampu bertumbuh hingga 30,25 persen dibandingkan pada 2019.
Kemampuan industri baja nasional, tercermin dari kapasitas produksi bahan baku baja nasional ( slab, billet, bloom ) saat ini yang mencapai lebih dari 13 juta ton. Perkiraan produksi tahun 2020 sebesar 11,6 juta ton atau meningkat 30,25 persen dibanding tahun 2019 yang mencapai 8,9 juta ton. Selain itu, utilisasi pada tahun 2020 juga meningkat hingga 88,38 persen dari tahun 2019 sebesar 67,86 persen.
"Sektor industri baja merupakan indikator perekonomian suatu negara. Artinya, kalau industri bajanya tumbuh, tentunya ekonomi kita bisa terbangun dengan kuat. Selain itu, yang penting adalah kita harus mengoptimalkan produk-produk dalam negeri," tegasnya. (Marjudin)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM