Ini tanggapan TOBA dan BUMI soal wajib kapal nasional untuk ekspor batubara
Saturday, February 22, 2020       09:06 WIB

JAKARTA - Sejumlah pelaku usaha batubara khawatir, aturan wajib kapal nasional bisa mengganggu kinerja ekspor komoditas emas hitam ini. Keresahan ini antara lain datang dari PT Toba Bara Sejahtera Tbk().
 Corporate Secretary  Pingkan Ratna Melati mengakui, pihaknya khawatir kesiapan dan ketersediaan kapal nasional yang masih minim bakal menghambat kegiatan ekspor. Menurut Pingkan, kecemasan itu tak hanya datang dari , namun juga dirasakan oleh perusahaan batubara lainnya.
"Para pelaku usaha batubara berpendapat bahwa penerapan tersebut akan menghambat kegiatan ekspor batubara secara nasional. Kekhawatiran ini karena jumlah dan spesifikasi kapal berbendera Indonesia sangat sedikit dan tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan ekspor batubara dari Indonesia," terangnya saat dihubungi Kontan.co.id, Jum'at (21/2).
Asal tahu saja, aturan ini merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 yang kemudian diubah untuk kedua kalinya dalam Permendag Nomor 80 Tahun 2018. Dengan aturan itum mulai 1 Mei 2020 ekspor batubara wajib menggunakan kapal nasional.
Sementara itu, Pingkan mengatakan, secara umum pengiriman ekspor batubara masih menggunakan skema  Free on Board  (FOB) dimana kewajiban untuk menyediakan kapal menjadi tanggung jawab importir atau pembeli.
Implementasi Permendag 82/2017 ini, sambung Pingkan, akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan ekspor batubara baik dari masing-masing pelaku usaha dan juga secara nasional.
" juga telah menyampaikan aspirasi mengenai kendala-kendala implementasi Permendag 82/2017 ini kepada pemerintah melalui asosiasi terkait," sebut Pingkan.
Dihubungi terpisah, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk() Dileep Srivastava mengatakan, ekspor batubara juga berbasis skema FOB. Kendati begitu, Dileep optimistis kekhawatiran para pelaku usaha akan menjadi perhatian pemerintah.
Dengan demikian, akan ada solusi dari persoalan ini sehingga ekspor batubara tidak terhambat. "Kami yakin masalah ini akan mendapat perhatian, dan semoga ada  win-win solution  sehingga ekspor batubara tetap tidak terdampak," tandasnya.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM

348
-0.6 %
-2 %

5

BidLot

21

OffLot