Intikeramik Alamasri (IKAI) bidik penjualan hingga Rp 110 miliar tahun ini
Saturday, February 22, 2020       09:00 WIB

JAKARTA - Emiten keramik PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk () menargetkan penjualan di atas Rp 90 miliar sampai Rp 110 miliar untuk tahun ini. Adapun target ini ditopang oleh target produksi keramik merek Essenza yang mencapai 900.000 m hingga 1.1 juta m di sepanjang 2020.
Jika dibandingkan dengan penjualan bersih di 2018 sebesar Rp 11,27 miliar dan penjualan di kuartal III 2019 sebesar Rp 57,21 miliar, target yang dipatok cukup tinggi.
Direktur utama , Johas Raffli menjelaskan tahun ini berharap adanya penambahan kapasitas produksi entitas anak dari sisi bisnis manufaktur. "Mengingat kami juga telah menambah kerjasama dengan distributor - distributor yang membantu penjualan produk-produk Essenza," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (21/2).
Johas menyatakan strategi yang sudah disiapkan Intikeramik dari segmen manufaktur adalah merek Essenza akan memperluas penyebaran ke seluruh Jawa dan Bali melalui distributor-distributor. "Distributor kami akan menyebar dalam segmen  project , ritel dan modern  outlet ," jelasnya.
Adapun Johas mengkakui, Intikeramik baru saja menandatangani kerjasama dengan salah satu Distributor Bahan Bangunan Terbesar di Indonesia yang memiliki pengalaman yang baik dalam penjualan. Harapannya dari sisi bisnis manufaktur, dapat melakukan peningkatan penjualan di tahun ini.
Dari sisi Perhotelan, akan tetap berusaha melakukan peningkatan pendapatan untuk hotel yang sudah beroperasi. Johas berharap peningkatan target kenaikan pendapatan sebesar minimum 10% untuk pertumbuhan usaha dari entitas anak di bidang perhotelan.
Target yang dipatok dari bisnis perhotelan itu optimistis tercapai. Johas yakin karena saat ini lebih giat melakukan strategi penjualan seperti memperbanyak dan meng- utilisasi    data pelanggan, membuka lebih banyak cabang hotel, dan membangun  brand  image yang positif.
Selain itu, akan tetap aktif menjajaki informasi mengenai hotel-hotel dengan potensial bisnis yang baik di Indonesia.
Meski telah mematok target penjualan dan produksi, Johas belum mau blak-blakan berapa belanja modal yang telah disiapkan. Tapi gambarannya, dari sisi manufaktur Intikeramik mengalokasikan dana sekitar 10% sampai 15% dari penjualan untuk penambahan  line  produksi.
Sedangkan untuk sisi Perhotelan, Intikeramik masih melakukan pengkajian internal dengan mempelajari usulan dari masing masing hotel.
Johas menyatakan, sudah ada beberapa kebijakan pengelolaan dana yang telah diterapkan. Adapun untuk saat ini Intikeramik mengusahakan dana belanja modal dengan menggunakan dana internal meskipun tidak menutup kemungkinan terus mengkaji sumber-sumber pendanaan lainnya.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM

50
0.0 %
0 %

0

BidLot

181,280

OffLot