Investor Lepas Short Position, Dolar Berkibar Kembali
Tuesday, August 04, 2020       06:01 WIB

Ipotnews - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang, Senin, karena investor melepas  short position  baru-baru ini menyusul kinerja bulanan terlemah  greenback  dalam satu dekade.
Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, mencatat kejatuhan lebih dari 4% untuk Juli, penurunan bulanan terbesar sejak September 2010, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua,  di New York, Senin (3/8) atau Selasa (4/8) pagi WIB.
Pelemahan tersebut dikaitkan dengan ekspektasi pasar untuk pelonggaran lebih lanjut kebijakan moneter Amerika Serikat, dan belum adanya titik temu di antara anggota parlemen AS tentang stimulus fiskal lebih lanjut. Turunnya imbal hasil obligasi AS juga disebut sebagai salah satu faktor.
Penguatan pada sesi Senin mungkin terkait dengan investor yang keluar dari  short position,  kata analis.
"Sentimennya sudah berlebihan," kata Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex di New York. "Ayunan di pendulum sentimen pasar mencapai ekstrem seperti itu," yang menyebabkan investor melepas  short position , tetapi dia memperkirakan dolar akan melanjutkan tren pelemahannya.
Dolar mengupas kenaikan di tengah data ekonomi AS, dan hanya bergerak sedikit lebih tinggi pada perdagangan petang di New York.
Belanja konstruksi AS jatuh ke level terendah satu tahun pada Juni. Dalam laporan terpisah, survei dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS berakselerasi pada periode Juli ke level tertinggi dalam hampir satu setengah tahun, tetapi perekrutan di pabrik tetap lemah.
Indeks Dolar sempat menembus 93,997, level tertinggi pada sesi Senin, dan terakhir hanya menguat 0,13% menjadi 93,532. Dolar menyerahkan kembali beberapa keuntungan karena data tersebut, kata Chandler, menambahkan pasar akan fokus pada laporan ketenagakerjaan AS, Jumat.
Data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka Amerika dan perhitungan  Reuters  menunjukkan  net short  spekulan pada dolar AS melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2011 di USD24,27 miliar.
Pada saat yang sama, euro terakhir diperdagangkan USD1,1760, turun 0,12% pada hari itu.
Sentimen pada euro membaik setelah pemimpin Uni Eropa, bulan lalu, menyetujui dana pemulihan ekonomi 750 miliar euro (USD882 miliar) serta mengambil utang bersama, yang menunjukkan kerja sama regional.
Terhadap yen Jepang, dolar naik 0,1% untuk didorong melewati batas 106 yen per dolar.
Jumat, dolar membukukan kenaikan harian terbesar terhadap mata uang Jepang itu sejak Maret. Yen tercatat menguat 3% sepanjang Juli.
Defisit fiskal AS yang terus meningkat untuk mendanai stimulus mendorong Fitch Ratings merevisi prospek peringkat triple-A Amerika Serikat menjadi negatif dari stabil.
Pada akhir perdagangan di New York, poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3074 dari USD1,3101 di sesi sebelumnya. Dolar Australia melemah ke posisi USD0,7119 dari USD0,7145. Sementara,  greenback  menguat jadi 0,9178 franc Swiss dari 0,9138 franc Swiss, dan meningkat jadi 1,3385 dolar Kanada dari 1,3384 dolar Kanada. (Adhitya/ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM