Kebijakan Moneter Dan Fiskal Tak Sinkron, Penyebab Ekonomi Indonesia Lambat Bangkit
Thursday, October 10, 2019       18:29 WIB

Ipotnews - Banyak kebijakan moneter yang tidak sejalan dengan kebijakan fiskal, ekonom kemudian menyebut hal inilah yang menjadi penyebab perekonomian Indonesia tidak bisa berjalan sesuai yang diharapkan.
Direktur Riset Center Of Reform On Economics ( CORE ) Indonesia, Piter Abdullah, memberikan contoh salah satu ketidaksinkronan antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. "Kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini menurut saya banyak yang tidak sejalan dengan menumbuhkan konsumsi. Kebijakan yang sekarang bermunculan justru kontra terhadap konsumsi. Misalnya cukai rokok naik, bahkan ini untung tidak jadi ya, minyak goreng curah dilarang beredar, ini kan kontra terhadap konsumsi," ujar Piter kepada Ipotnews, Kamis (10/10).
Menurut dia, kelonggaran pajak seperti insentif, tax alowence, penurunan tingkat suku bunga, LTV (Loan to value) itu untuk mendorong konsumsi, tapi di sisi lain diberikan target peningkatan penerimaan pajak, dan hal ini menjadi tidak sejalan. "Kalau konsumsinya ditekan ya pertumbuhan ekonomi kita semakin anjok," tuturnya.
"Pertumbuhan ekonomi di 2020 harusnya bisa kita kejar melalui konsumsi dan investasi," imbuhnya.
Ke depan, dirinya berharap agar Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dan Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal bisa merumuskan kebijakan yang sejalan dengan peningkatan konsumsi masyarakat dan peningkatan investasi.(Sigit)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM