Kebutuhan Dolar AS Meningkat, Rupiah Diprediksi Melemah Tipis
Friday, August 14, 2020       09:44 WIB

Ipotnews - Kebutuhan dolar AS diprediksi meningkat hari ini seiring musim pembayaran dividen emiten kepada para pemegang saham. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi kembali melemah.
Mengutip data Bloomberg, Jumat (14/8) pukul 09. 25 WIB, kurs rupiah diperdagangkan di level Rp14.799 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 24 poin atau 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan terakhir Kamis sore (13/8).
Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, Reny Eka Putri, mengatakan rupiah memang diprediksi kembali akan mengalami tekanan pada hari ini. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk keperluan pembayaran dividen oleh para emiten kepada sejumlah pemegang sahamnya.
"Baik di pasar modal dalam negeri maupun luar negeri, sehingga berpotensi dolar AS mengalami penguatan," kata Reny saat dihubungi Ipotnews, Jumat.
Faktor lain yang memicu pelemahan rupiah adalah kecemasan menunggu hasil peninjauan perjanjian perdagangan fase I antara AS dengan China yang akan berlangsung besok. Sementara ketegangan antara AS dengan China akhir akhir ini meningkat karena sejumlah isu.
"Pelaku pasar juga tengah menanti pidato nota keuangan Presiden yang akan dibacakan hari ini mengenai postur RAPBN 2021," ujar Reny.
Namun pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi tidak akan terlalu dalam. Masalahnya, RUU stimulus fiskal yang dinantikan oleh investor belum juga disepakati. Padahal stimulus ini dinanti pelaku pasar yang sangat mengharapkan pemulihan perekonomian AS. Ini menjadi sentimen negatif bagi dolar AS.
"Kurs rupiah hari diperkirakan di kisaran Rp14.654 - Rp14.798 per dolar AS," tutup Reny.
(Adhitya)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM