Kedelai dan Jagung Berjangka Tergelincir untuk Sesi Kedua, Ini Pemicunya...
Tuesday, August 16, 2022       14:32 WIB

Ipotnews - Kedelai dan jagung berjangka Chicago melanjutkan pelemahan, Selasa siang, dengan ekspektasi kondisi cuaca Amerika Serikat yang positif bagi perkembangan tanaman dan penurunan permintaan di importir utama China membebani pasar.
Sementara, gandum berjangka bergerak relatif flat setelah dua sesi mencatat kerugian.
"Bantuan dari kekeringan diprediksi datang dari South Dakota hingga barat daya Iowa ke bagian Missouri, barat daya Illinois dan akhirnya ke Delta utara," ujar Terry Reilly, analis Futures International di Chicago.
"Kelembaban tambahan akan dibutuhkan, tetapi cuaca yang lebih dingin setelah hujan akan membantu menjaga kelembapan dan mendukung perkembangan tanaman yang lebih baik."
Kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) kehilangan 0,46% menjadi USD1.405,75 per bushel, pada pukul 13.57 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Selasa (16/8).
Jagung berjangka CBOT berkurang 0,36% menjadi USD626 per bushel, sedangkan gandum mendatar di posisi USD817,75 per bushel.
Bank Sentral China (PBoC) memangkas suku bunga utama didorong data ekonomi yang lebih lemah ketimbang perkiraan dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu, meningkatkan kekhawatiran resesi global.
Kontraksi ekonomi China, yang sejauh ini merupakan konsumen kedelai terbesar Amerika, dapat mengekang permintaan sejumlah komoditas AS.
Prakiraan cuaca Amerika yang menyebutkan bakal turun hujan dalam beberapa pekan mendatang dapat membantu tanaman kedelai, menambah tekanan ke pasar.
Eksportir Amerika menyiapkan 744.571 ton kedelai untuk dilakukan inspeksi selama pekan yang berakhir hingga 11 Agustus, anjlok 14,55% dari minggu sebelumnya, menurut Departemen Pertanian AS ( USDA ).
Inspeksi ekspor jagung merosot 3,1% dan ekspor gandum melorot 41,29%, ungkap USDA .
Kondisi cuaca panas dan kering dalam beberapa pekan terakhir mengancam prospek produksi Amerika.
USDA memberikan rating 57% bagi tanaman jagung nasional dalam kondisi baik hingga sangat baik, berdasarkan laporan progres mingguannya, turun 1 poin persentase dari pekan sebelumnya, tetapi tepat di atas estimasi analis.
Dalam laporan yang dirilis setelah penutupan pasar pada sesi Senin, USDA memberikan rating 58% tanaman kedelai dalam kondisi baik hingga sangat baik, berkurang dari 59% minggu sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Cuaca yang penuh tekanan selama periode Agustus dapat mengancam potensi hasil panen jagung dan kedelai di Amerika Serikat, pemasok jagung terbesar dunia dan eksportir kedelai kedua terbesar setelah Brasil. Agustus adalah bulan yang sangat penting bagi pengembangan kedelai, ketika sebagian besar tanaman menghasilkan polong.
Pejabat Ukraina berupaya membebaskan kapal yang membawa gandum Ukraina yang dibeli pemerintah Mesir. Kapal itu, Emmakris III, ditahan bulan lalu atas permintaan Jaksa Agung Ukraina untuk menyelidiki dugaan pemiliknya warga Rusia, menurut dokumen pengadilan yang dilihat  Reuters.  (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM