Kekhawatiran Pandemi Makin Dalam, Yen Meroket ke Posisi Tertinggi Dua Pekan
Friday, July 10, 2020       14:03 WIB

Ipotnews - Yen meroket ke level tertinggi dua pekan dan mata uang sensitif risiko merosot, Jumat, setelah lonjakan infeksi virus korona di Amerika Serikat semakin membebani kasus untuk perbaikan cepat dalam perekonomian.
Lebih dari 60.000 kasus Covid-19 dilaporkan di seluruh Amerika Serikat, penghitungan satu hari terbesar oleh negara mana pun sejauh ini, membuat beberapa konsumen Amerika enggan untuk kembali ke ruang publik.
Beberapa kota di Asia yang tampaknya bisa mengatasi penyakit tersebut, seperti Tokyo, Hong Kong dan Melbourne, melihat lonjakan yang mengkhawatirkan dalam kasus virus korona, mengurangi  mood  lebih jauh, demikian laporan  Reuters,  di Tokyo, Jumat (10/7).
Kehati-hatian itu membantu mendorong penguatan  safe-haven  yen 0,25% ke level tertinggi dua pekan, yakni 106,93 per dolar.
Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik sekitar 0,2% menjadi 96,919 dari level terendah satu bulan 96,233 yang disentuh pada sesi Kamis.
Franc Swiss, aset  safe-haven  lainnya, bermain-main di dekat tingkat tertinggi enam pekan terhadap euro, di 1,0619 franc per euro. Terhadap  greenback,  franc berpindah tangan di 0,9419 per dolar setelah menyentuh level tertinggi empat bulan, yakni 0,93625.
Euro turun 0,1% menjadi USD1,1273, tergelincir dari posisi tertinggi satu bulan di USD1,1371 pada sesi Kamis.
Data mingguan Kamis menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran awal turun ke level terendah empat bulan, pekan lalu.
Namun, dengan perusahaan mulai dari ritel hingga maskapai penerbangan mengumumkan pengurangan karyawan dan cuti, prospeknya tetap sangat tidak pasti.
Ada 32,9 juta orang yang menerima cek pengangguran, menempatkan semua program--pada pekan ketiga Juni--naik 1,411 juta dari pertengahan bulan itu.
"Meski kita melihat peningkatan dalam data ekonomi, orang mulai berpikir bahwa itu hanyalah hasil alami dari pembukaan kembali ekonomi. Sekarang mereka mulai lebih khawatir tentang peningkatan jumlah infeksi," kata Minori Uchida, Kepala Strategi Mata Uang MUFG Bank.
Banyak mata uang yang peka terhadap risiko bergerak mundur menyusul reli dalam beberapa pekan terakhir.
Dolar Australia kehilangan 0,5% menjadi USD0,6929, dari level tertinggi satu bulan USD0,7001, pada sesi Kamis.
Yuan turun sekitar 0,2% menjadi 7,0115 per dolar, setelah menyentuh ttingkat ertinggi hampir empat bulan 6,9808, Kamis.
Mata uang China itu bernasib lebih baik daripada kebanyakan mata uang sensitif risiko lainnya, pekan ini, sejauh ini melesat hampir 1%, didukung harapan  capital inflow  karena penguatan harga saham China setelah Beijing mengindikasikan ingin pasar  bullish  yang sehat.
Selain investasi saham dan harapan pemulihan di ekonomi terbesar kedua dunia itu, imbal hasil surat utang China yang lebih tinggi juga menarik modal asing, kata Dmitriy Vlasov, analis East Capital di Hong Kong.
"Kita melihat aliran masuk yang cukup besar di pasar  fixed income  karena perbedaan suku bunga juga mengarah pada apresiasi yuan." (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM