Ketakutan Perlambatan Ekonomi Hantui Pasar, Emas Bersinar Kembali
Thursday, August 13, 2020       03:32 WIB

Ipotnews - Emas pulih kembali, Rabu, setelah jatuh ke bawah level kunci USD1.900 dan sehari setelah mencatat penurunan terburuk dalam tujuh tahun, karena data ekonomi yang suram menggarisbawahi kekhawatiran atas perlambatan akibat pandemi.
Harga emas di pasar spot melesat 1,4% menjadi USD1.937,42 per ounce pada pukul 24.55 WIB, setelah sebelumnya anjlok sebanyaknya 2,5%, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (12/8) atau Kamis (13/8) dini hari WIB. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,1% menjadi USD1.949 per ounce.
Selasa, emas merosot sebanyaknya 6,2%, untuk penurunan satu hari terburuk sejak April 2013. Perak, yang pada sesi Selasa melorot 15%, penurunan terbesar sejak Oktober 2008, sehari berselang melambung 4,3% menjadi USD25,85 per ounce.
"Penurunan itu adalah koreksi yang sehat, ini memungkinkan lebih banyak orang untuk masuk, sehingga harga akan naik lagi dan pada akhir tahun kita akan melihat level tertinggi baru sepanjang masa dengan emas mungkin menembus USD2.500 per ounce dan perak di USD35 per ounce," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures di Chicago.
"Kita memiliki semua faktor fundamental yang mendukung emas," katanya. "Federal Reserve akan tetap  dovish  untuk jangka waktu yang lama, mereka mengatakan akan membiarkan inflasi naik di atas target mereka."
Langkah stimulus yang besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Kekhawatiran atas kerusakan ekonomi yang disebabkan pandemi ketika ekonomi Inggris menyusut dengan rekor 20,4% pada kuartal kedua mendukung daya tarik emas bersama dengan melemahnya dolar, yang turun 0,3%.
"Ekonomi global masih menghadapi sejumlah masalah yang memiliki kapasitas untuk mendukung emas," kata James Steel, Kepala Analis Logam Mulia di HSBC .
"Ini termasuk risiko geopolitik dan stimulasi moneter dan fiskal yang sedang berlangsung. Faktor-faktor itu akan menahan penurunan lebih lanjut."
Kini, semua mata tertuju pada bantuan virus korona AS setelah perundingan antara Gedung Putih dan Partai Demokrat di Kongres mengalami kegagalan pekan lalu.
Di tempat lain, platinum naik 0,7% menjadi USD936,36 per ounce, sementara palladium melesat 1,5% menjadi USD2.122,11 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM