Ketakutan Resesi Imbangi Prospek Permintaan yang Tinggi, Minyak Relatif Flat
Tuesday, May 24, 2022       05:23 WIB

Ipotnews - Harga minyak sedikit berubah, Senin, menetap sedikit lebih tinggi karena kekhawatiran atas kemungkinan resesi diimbangi prospek lonjakan permintaan bahan bakar dengan  driving season  musim panas Amerika yang akan datang, serta rencana Shanghai untuk dibuka kembali setelah penguncian virus korona selama dua bulan.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, ditutup naik 1 sen, atau 0,01%, menjadi USD110,29 per barel, sementara minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, menguat 87 sen, atau 0,7%, menjadi USD113,42, demikian laporan  Reuters,  di Houston, Senin (23/5) atau Selasa (24/5) pagi WIB.
"Ada awan hitam berkumpul di sekitar pasar keuangan dan itu mulai berdampak pada minyak mentah," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho. "Kesehatan ekonomi global dipertanyakan saat ini."
Berbagai ancaman terhadap ekonomi global membayangi kekhawatiran orang-orang terkaya di dunia pada pertemuan ekonomi tahunan Davos, dengan beberapa menandai risiko resesi di seluruh dunia.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva mengatakan dia tidak memperkirakan resesi bagi ekonomi utama, tetapi tidak dapat mengesampingkannya.
Pelemahan minyak dibatasi oleh ekspektasi permintaan bensin akan tetap tinggi. Amerika Serikat akan memasuki musim mengemudi, yang puncaknya dimulai saat  long weekend  Memorial Day, akhir pekan ini.
Meski ada kekhawatiran bahwa kenaikan harga bahan bakar dapat mengurangi permintaan, analis mengatakan data mobilitas dari TomTom dan Google meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak pengemudi di jalan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat.
Guna mengatasi krisis pasokan dan menghambat kenaikan harga, Gedung Putih mempertimbangkan deklarasi darurat untuk melepas solar dari persediaan, kata pejabat pemerintah.
Gedung Putih mempertimbangkan untuk memanfaatkan Northeast Home Heating Oil Reserve, yang dibuat pada 2000 guna membantu masalah pasokan dan hanya digunakan sekali pada tahun 2012 setelah Badai Sandy. Dampak dari pelepasan tersebut akan dibatasi oleh ukuran cadangan yang relatif kecil, yang hanya berisi 1 juta barel solar.
Ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan tentang pelarangan minyak Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus", membatasi kenaikan harga minyak. Hungaria terus menentang usulan larangan itu, memastikan tidak ada kejutan mendadak untuk pasokan.
Shanghai, pusat komersial China, menargetkan untuk menormalkan aktivitas mulai 1 Juni karena beban kasus virus korona menurun.
Penguncian di China, importir minyak utama dunia, memukul produksi industri dan konstruksi, mendorong sejumlah langkah untuk menopang perekonomian, termasuk pemotongan suku bunga hipotek yang lebih besar dari ekspektasi, Jumat.
China mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang ditargetkan, termasuk memperluas rabat  tax credit- nya, dan meluncurkan proyek investasi yang baru, untuk mendukung ekonominya, kata kabinet yang dikutip televisi pemerintah, Senin. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM