Ketidakpastian Permintaan Imbangi Pemangkasan Pasokan, Minyak Relatif Stabil
Tuesday, May 26, 2020       03:58 WIB

Ipotnews - Harga minyak relatif stabil, Senin, dalam sesi perdagangan yang lesu dengan hari libur di Singapura, London dan New York, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pemulihan permintaan mengimbangi pemotongan pasokan.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, menguat jadi USD35,81 per barel pada pukul 23.59 WIB, sementara minyak West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, di posisi USD33,74 per barel, demikian laporan  Reuters,  di London, Senin (25/5). Keduanya merosot sekitar 45% sepanjang tahun ini. Tidak ada  settlement  di Amerika karena liburan Memorial Day.
"Ketidakpastian seputar pola perjalanan saat ini di AS sangat besar sehingga Asosiasi Otomotif Amerika tidak merilis proteksi travel Memorial Day-nya," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy.
Ketegangan Amerika-China meningkat, antara konsumen minyak terbesar dunia itu, karena langkah Beijing untuk memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong juga memicu kekhawatiran tentang prospek permintaan.
Hubungan bilateral memburuk sejak wabah virus korona, dengan kedua negara sudah berselisih seputar Hong Kong, hak asasi manusia, perdagangan, dan dukungan AS untuk Taiwan yang diklaim China.
Harga minyak mendapatkan dukungan dari pemangkasan pasokan global dengan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, sekarang hampir sebulan mencapai kesepakatan untuk secara sukarela memotong 9,7 juta barel produksi per hari.
Dan jumlah rig Amerika, indikator awal output di masa mendatang, turun 21 ke rekor terendah 318 unit dalam pekan hingga 22 Mei, menurut data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes.
"Penurunan besar dalam produksi minyak global tidak diragukan lagi menjadi faktor kunci dalam lonjakan harga terkini," kata Commerzbank. (ef)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM