Kisruh UU Keamanan Hongkong Bisa Picu Penguatan Nilai Tukar Dolar AS dan Yen
Monday, May 25, 2020       16:04 WIB

Ipotnews - Mata uang dolar AS menguat tipis pada Senin (25/5) dipicu kekhawatiran memanasnya hubungan AS-China terkait aksi demonstrasi menentang penerapan UU Keamanan Nasional di Hong Kong yang sudah berkembang ke tindak kekerasan.
Aksi demo yang berubah menjadi keinginan rakyat Hong Kong untuk merdeka dari China itu juga dikhawatirkan akan berpengaruh ke kondisi keuangan save haven Hong Kong.
Melansir pemberitaan dari  reuters , Senin (25/5) sebelumnya negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada juga telah menyatakan kekhawatiran tentang UU tersebut. Mereka memandang dampak UU tersebut akan berpengaruh bagi salah satu pusat keuangan terkemuka dunia itu.
Mata uang China, dolar Australia dan Selandia Baru juga mulai terancam oleh aksi demo di Hong Kong yang dipastikan akan mengguncang nilai tukar mata uang asing terhadap dolar AS.
Sementara mata uang Inggris masih defensif setelah diwarnai mundurnya anggota parlemen terkait dibukanya pariwisata Inggris yang sebelumnya berstatus lockdown.
Seperti diketahui Hong Kong pernah berada di bawah kekuasaan Inggris sebelum akhirnya diserahkan ke China secara damai.
Penerapan UU Keamanan Nasional atas bekas koloni Inggris itu menurut pejabat senior Gedung Putih AS memang telah memicu ketegangan baru AS-China dan dipastikan akan berpengaruh ke perekonomian dunia yang sudah kepayahan dihantam pandemi virus corona.
Tapi menurut Takuya Kanda, general manager lembaga riset Gaitame.com, Research Institute di Tokyo, meski kasus UU Hong Kong akan mengguncang perekonomian dunia, pengaruh bagi mata uang yen dan dolar AS justru akan positif.
Adapun pada Senin (25/5) dolar AS menguat sebesar $1.0887 atas euro. Sementara atas mata uang franc Swiss, satu dolar AS dibeli sebesar 0.9729 Swiss franc. Sedangkan per dolar AS terhadap yen nilainya bertahan pada 107.72 yen. Mata uang yuan bahkan dengan mudah merosot ke 7.1422 per dollar dan merupakan nilai tukar terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Namun perdagangan pada Senin (25/5) kemungkinan hanya akan sampai pada angka nilai tukar itu mengingat pasar uang Singapura, Inggris dan AS tutup karena sedang libur.
Yang jelas jika AS memberikan China sangsi atas krisis di Hong Kong mata uang sterling melemah menjadi $1.2175 per poundsterling. PM Inggris sendiri telah berusaha keras membendung anjloknya sterling terkait mundurnya anak buah dengan melakukan sejumlah lobi politik.
Tak hanya sterling per satu dolar Australia juga akan merosot ke $0.6528. Sedangkan per dolar Selandia Baru akan merosot ke $0.6093, jika sangsi dijatuhkan lagi oleh AS terhadap China atas kekisruhan di Hong Kong . (winardi)

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM