Koreksi Saham Danone Dan Renault Menekan Laju Market Eropa
Saturday, October 19, 2019       08:19 WIB

Ipotnews - Saham unggulan Renault dan Danone mendorong bursa saham Eropa ke zona pelemahan pada perdagangan akhir pekan ini. Hal ini mengakhiri pekan perdagangan yang diwarnai kekacauan di tengah penantian para investor terhadap putaran negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.
Indeks acuan bursa saham UE,the Stoxx Europe 600 melemah -0,3 persen. Indeks saham di buras Frankfurt (Indeks DAX), Jerman tumbang -0,17 persen ke level 12.633. Indeks FTSE (Inggris) terdepak -0,44 persen ke 7.150 dan Indeks CAC (Perancis) melemah -0,65 persen ke 5.636.
Saham unggulan di bursa Paris, Renault turun 11,5 persen sehingga menjadi emiten yang tertekan paling parah dalam Indeks Stoxx 600. Renault memproyeksikan pendapatan dan laba setahun penuh di periode tahun ini akan turun seiring pelemahan pasar otomotif.
Harga saham Volvo AB (Swedia) sempat terimbas sentimen negatif Renault yang mana tertekan 5 persen di sesi pagi. Namun para investor fokus pada proyeksi laba Volvo AB yang diproyeksikan mengalahkan konsensus para analis. Saham Volvo ditutup naik 2,4 persen.
Hambatan terbesar pasar saham Eropa adalah tekanan yang terjadi pada saham Danone yang tergerus -8,4 persen. Danone memprkirakan pertumbuhan penjualan pada 2019 akan lesu. Tekanan terhadap saham Danone menyeret indeks saham makanan dan minuman di bursa Eropa turun -1,4 persen.
Koreksi yang terjadi pada the Stoxx Europe 600 pada akhir pekan ini merupakan pelemahan ketiga sesinya secara berturut-turut seiring sentimen negatif proses negosiasi Brexit.
PM Inggris Boris Johnson mencapai kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa pada hari Kamis pekan ini. Namun kekhawatiran masih tetap menguat karena kesepakatan tersebut masih harus melewati persetujuan parlemen.
"Apa pun yang terjadi pada akhir pekan ini itu tidak mungkin menjadi akhir dari hikayat ini," kata Michael Hewson, Analis pada CMC Market seperti dikutip Reuters.
Namun menurut Hewson, jika anggota parlemen menahan diri dan memilih kesepakatan, setidaknya pelaku pasar dapat beralih ke tahap kedua yang sedang menegosiasikan hubungan baru selama periode transisi 14 bulan ke depan.
Kini fokus para investor juga ke arah periode penerbitan kinerja emiten kuartal ketiga yang akan dimulai pada pekan depan. Data IBES dari Refinitiv memperkirakan kinerja pendapatan diperkirakan akan makin melemah pada kuartal ketiga.
Pada trading akhir pekan ini, saham Thales yang adalah perusahaan elektronik papan atas Eropa, turun 5,4 persen setelah menyatakan pendapatan tahun 2019 akan turun. Getinge (produsen teknologi alat medis Swedia) menguat 16 persen.
Saham London Stock Exchange menguat 0,8 persen setelah manajemen menyatakan pendapatan kuartal ketiga lebih tinggi dari perkiraan. Saham AMS turun 5 persen setelah perusahaan pembuat sensor dari Austria tersebut mengajukan tawaran akuisisi baru kepada Osram.
(reuters)

Sumber : admin

powered by: IPOTNEWS.COM