Kumpulkan Dana Pensiun Lebih Cepat dan Pasti ... Simak 8 Tips ini
Monday, September 12, 2022       15:35 WIB

Untuk dapat mengumpulkan dana pensiun lebih cepat dan pasti, ada sejumlah hal kualitatif yang harus dilakukan. Namun Anda tidak akan diminta untuk bertaruh atau berjudi ( gambling ) pada satu atau beberapa investasi yang beresiko tinggi tapi menjanjikan tingkat keuntungan yang besar. Malah sebaliknya, Anda akan diminta untuk berinvestasi pada berbagai instrumen yang umumnya tidak menjanjikan tingkat keuntungan yang pasti...
Pada prinsipnya, jumlah dana pensiun yang dapat kita kumpulkan hanya akan bergantung pada tiga faktor saja:
  1. Jumlah uang yang dapat disisihkan setiap bulan dari penghasilan kita,
  2. Jangka waktu pengembangan uang itu sampai saat pensiun tiba,
  3. Tingkat suku bunga atau tingkat pengembangan dana yang berlaku.

Delapan tips berikut ini akan memastikan dana pensiun Anda akan terkumpul lebih cepat dan pasti dari tahun ke tahun, karena Anda tidak bertaruh atau berjudi ( gambling ).
#1. Siapkan rencana pensiun
Untuk dapat mencapai cita-cita mengumpulkan dana pensiun lebih capat dan pasti, kita membutuhkan rencana ( plan ) supaya kita dapat bergerak dengan pasti. Tanpa rencana yang jelas, perhatian kita akan mudah teralihkan dan tidak fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
Inilah kesalahan yang umum dilakukan oleh orang yang ingin mencapai cita-cita yang lebih tinggi, tetapi tidak tahu bagaimana melakukannya. Semua dibiarkan berjalan mengikuti arus, terserah kemana "nasib" akan membawanya.
Pada dasarnya, untuk membuat rencana mengumpulkan dana pensiun lebih cepat dan pasti, kita dapat membagi rencana yang kita susun ke dalam tiga tahapan:
  1. tahap akumulasi asset, pada waktu kita masih aktif bekerja,
  2. tahap pengembangan asset, pada waktu kita memasuki masa persiapan pensiun,
  3. tahap distribusi asset, pada waktu kita memasuki masa pensiun.

Pembagian rencana pensiun kita menjadi tiga tahap ini hanya dimaksudkan supaya aktivitas kita pada suatu saat dapat terfokus pada satu hal saja. Namun pembagian tahapan rencana pensiun ini mengharuskan untuk memperhatikan tingkat pengembangan asset yang telah terkumpul dalam setiap tahapnya. Hanya saja, pada setiap tahap yang berbeda, fokus kita juga berbeda.
#2. Gaya hidup (Lifestyle) harus selalu di bawah Pendapatan
Faktor pertama yang menentukan jumlah dana pensiun yang terkumpul adalah jumlah sisa gaji (penghasilan) yang tidak terpakai untuk konsumsi sehari-hari. Hal yang menentukan besarnya pengeluaran sehari-hari kita adalah gaya hidup ( life style ).
Gaya hidup haruslah diatur supaya selalu berada di bawah gaji atau penghasilan kita. Jadi, misalnya seseorang yang pangkatnya di kantor adalah manajer, maka gaya hidupnya harus diatur supaya hanya seperti asisten manajer. Dengan demikian, selalu ada dana yang dapat disisakan dari gajinya setiap bulan. Gaji yang tersisa ini lalu dapat dipergunakan untuk tabungan atau investasi.
Akan tetapi, yang sering kita lihat adalah kebalikannya. Seorang asisten manajer ingin tampil sebagai manajer, dan seorang manajer ingin terlihat sukses seperti seorang direktur. Intinya, kebanyakan orang ingin terlihat lebih "tinggi" dari keadaannya yang sesungguhnya. Akibatnya, alih-alih ada uang lebih yang bisa disimpan dari gajinya, orang itu malah berutang demi mendukung gaya hidupnya.
#3. Jangan buang waktu, mulailah berinvestasi sekarang juga
Faktor kedua yang menentukan jumlah dana pensiun yang dapat kita kumpulkan ketika pensiun nanti adalah jangka waktu yang tersedia hingga dana itu kita tarik ketika sudah pensiun. Makin lama jangka waktu yang tersedia hingga masa pensiun nanti, makin besar pula dana yang akan terbentuk. Pengembangan dana pensiun ini akan naik secara geometrik, karena berlaku prinsip bunga berbunga ( compound interest ). Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membuang-buang waktu dalam berinvestasi.
Perlu diingat bahwa berinvestasi untuk membentuk dana pensiun, bukan berarti hanya menempatkan dana pensiun kita dalam deposito yang memberikan bunga yang pasti setiap bulannya. Untuk investasi dana pensiun yang berjangka waktu sampai puluhan tahun, akan sangat bijaksana jika dananya ditrmpatkan dalam instrumen ekuitas (saham-saham), atau dalam properti ( real estate ).
#4. Berinvestasilah pada edukasi finansial
Faktor ketiga yang menentukan jumlah dana pensiun yang dapat kita kumpulkan pada waktu pensiun nanti adalah tingkat suku bunga atau tingkat pengembangan dana yang berlaku saat ini hingga saat kita pensiun nanti.
Jika kita hanya menempatkan dana pensiun kita dalam deposito atau instrumen pasar uang lainnya, maka dana pensiun kita akan berkembang menurut suku bunga yang berlaku saat ini. Kita tidak tahu berapa suku bunga yang akan berlaku untuk masa yang akan datang.
Jika kita menempatkan dana pensiun kita dalam obligasi berjangka waktu sepuluh atau lima belas tahun, maka tingkat pengembangan dana kita akan mengikuti  yield to maturity  (YTM) obligasi yang kita beli. Perlu dipahami,  yield to Maturity  (YTM) obligasi tidaklah persis sama dengan kupon (bunga) obligasi.
Jika kita menempatkan dana pensiun kita ke dalam instrumen ekuitas (saham-saham), maka tingkat pengembangan dana pensiun kita hanya dapat dihitung untuk setiap periode yang telah lewat. Tetapi tingkat pengembangan dana untuk periode di masa yang akan datang tidak dapat dihitung (sebatas asumsi saja).
Berapa besar tingkat bunga atau tingkat pengembangan dana pensiun kita akan sangat bergantung pada kemampuan kita dalam berinvestasi. Kemampuan itu pada gilirannya juga bergantung pada inteligensi finansial kita.
Makin tinggi inteligensi finansial seseorang, maka tingkat pengembangan dana pensiunnya bisa diharapkan akan semakin tinggi. Untuk memiliki inteligensi finansial yang baik, orang harus rajin melakukan edukasi finansial setiap waktu.
#5. Buatlah aana pensiunmu sulit untuk dijangkau
Dana pensiun diperuntukkan untuk membiayai masa pensiunmu, jangan dipakai untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan masa pensiun. Akan tetapi, karena merasa ada uang yang dimiliki, seringkali orang melihat dana pensiun sebagai jalan keluar yang mudah untuk setiap persoalan keuangan mereka.
Masa pensiun dianggap masih lama, jadi bolehlah uang pensiun itu 'dipinjam' dulu untuk membiayai hal lain yang lebih mendesak saat ini. Misalnya: biaya mengganti mobil, uang pangkal atau uang kuliah anak, atau biaya perawatan rumah sakit.
Masa pensiun mungkin masih lama, namun tidak bijaksana untuk mengambil dana pensiun itu untuk membiayai keperluan hari ini. Sepintas terlihat sangat masuk akal untuk menggunakan dana pensiun untuk keperluan hari ini yang tidak terduga (misalnya, mobil mengalami kecelakaan, atau anggota keluarga masuk rumah sakit), dan selama bukan untuk bersenang-senang seperti membeli baju baru atau jalan-jalan ke luar negeri.
Tetapi membiayai keperluan hari ini dengan mengambil dari dana pensiun sama dengan merampas biaya hari tua kita untuk membiayai kehidupan sekarang. Hal yang seharusnya dilakukan adalah menerapkan manajemen risiko yang lebih baik. Misalnya dengan menyediakan dana darurat ( emergency fund ) untuk membiayai hal-hal tak terduga, tanpa mengambil dari dana pensiun.
#6. Jangan lupakan manajemen risiko
Manajemen risiko dalam pengelolaan dana pensiun sangat penting supaya dana pensiun kita tidak menjadi sasaran penarikan dana sebelum usia pensiun tiba. Salah satu cara menerapkan manajemen risiko adalah menyediakan dana darurat ( emergency fund ) untuk membiayai hal-hal yang tidak terduga.
Jika kita telah menyediakan dana darurat, maka ketika mobil yang dipakai untuk pergi dan pulang kerja mengalami kecelakaan (hal tak terduga), maka kita tidak perlu mengambil biaya penggantian mobil itu dari dana pensiun kita.
Teknik manajemen risiko yang lainnya adalah dengan mengalihkan risiko itu ke pihak lain (perusahaan asuransi) dengan cara membeli polis asuransi (kematian, kecelakaan diri, kesehatan). Jika kita telah memiliki polis asuransi kesehatan, misalnya, maka kita tidak perlu mengambil uang dari dana pensiun untuk membiayai uang perawatan rumah sakit.
#7. Pergunakan akal sehat dalam berinvestasi
Setiap orang pasti menginginkan supaya dana pensiunnya berkembang lebih cepat. Apalagi untuk orang-orang yang merasa sudah 'terlambat' dalam menyiapkan dana pensiun. Tetapi, yang harus tetap diingat adalah bahwa tingat pengembalian (imbal hasil) yang tinggi tidak akan datang dengan sendirinya.
Tingkat pengembalian yang tinggi hanya akan diberikan karena risiko investasi yang akan ditanggung pemodal juga sepadan dengan imbal hasil yang ditawarkan. Janganlah berpikir bahwa Anda sangat beruntung karena telah menemukan investasi yang 'luar biasa' karena investasi itu menjanjikan imbal hasil tinggi, tetapi tingkat resikonya rendah. Pikirkan sekali lagi logika dari penawaran investasi semacam ini.
#8. Hiduplah sesuai cita-citamu
Hidup memang harus ditata rapi, supaya segala sesuatu berlangsung dengan mulus. Tetapi, hidup bukan hanya sekadar mencari uang, dan berinvestasi. Mempersiapkan dana pensiun, sejatinya adalah supaya kita dapat mencapai kebebasan finansial (bebas dari beban utang) sehingga kita dapat memulai hidup kita sesuai dengan yang dicita-citakan.
Kecuali Anda seorang yang terlahir dalam keluarga yang kaya raya - di mana segala sesuatu telah disediakan oleh orang tua - maka Anda harus menjalani hidup ini seperti halnya orang lain. Anda harus sekolah, kuliah, lalu bekerja, menikah, dan membeli rumah, kemungkinan besar melalui KPR (kredit pemilikan rumah), dan membesarkan anak-anak. Perencanaan keuangan yang dibuat di sini hanya dimaksudkan supaya hidup Anda teratur, dan tidak berjalan sekedar mengikuti "nasib".
Jika sudah merencanakan dana pensiunmu dengan baik, maka Anda dapat mulai memikirkan cita-cita yang dulu mungkin terabaikan karena harus memikirkan hal-hal lain. Setelah pensiun, Anda mungkin ingin beternak ayam di desa, atau mungkin ingin kuliah lagi mengambil S2 atau S3, atau menjadi dosen purna waktu ( full time ) di universitas.
Hal-hal ini sebelumnya tidak Anda lakukan, atau tidak dapat Anda lakukan, karena Anda sibuk mencari uang untuk membiayai keluarga. Tetapi, setelah Anda mencapai kebebasan finansial, atau sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai kebebasan finansial, Anda dapat mulai memikirkan cita-cita Anda yang dulu terabaikan.
Terakhir, janganlah bermimpi untuk pensiun hanya supaya Anda bisa keluar dari pekerjaan sekarang yang terasa membosankan. Kalau pekerjaanmu terasa membosankan, carilah pekerjaan lain yang Anda suka, tapi janganlah berhenti bekerja (pensiun).
Pensiun hanya Anda lakukan untuk alasan yang tepat, bukan untuk lari dari kenyataan hidup. Kalau Anda pensiun hanya supaya tidak mengerjakan apa-apa, Anda segera akan merasa bosan dalam masa pensiun... karena tidak ada yang harus Anda kerjakan.
 Oleh: Fredy Sumendap, CFA 

Sumber : Admin

powered by: IPOTNEWS.COM